PALANGKA RAYA – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan sejumlah negara besar mulai memunculkan kekhawatiran terhadap potensi lonjakan harga energi di tingkat global.
Situasi tersebut dikhawatirkan ikut berdampak pada komoditas dalam negeri, termasuk elpiji 3 kilogram (Kg) yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat.
Baca Juga: Tiket Pesawat Menuju ke Palangka Raya Kosong, GM Bandara Tjilik Riwut Beberkan Pemicunya
PT Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa harga elpiji maupun bahan bakar minyak (BBM) subsidi masih belum mengalami perubahan.
Sales Branch Manager (SBM) Kalteng IV Gas PT Pertamina Patra Niaga, Hadyan Yuhridza, menyampaikan bahwa pihaknya tetap mengacu pada kebijakan yang berlaku saat ini.
Stabilitas harga elpiji subsidi masih dipertahankan sembari menunggu keputusan lebih lanjut dari pemerintah.
“Sampai saat ini belum ada kebijakan dari pemerintah pusat terkait kenaikan harga, khususnya untuk elpiji dan BBM bersubsidi. Jadi kami masih menunggu perkembangan kebijakan dari pemerintah pusat melihat kondisi ke depani,” ucapnya, Selasa (7/4/2026).
Baca Juga: Publik Tak Perlu Khawatir, Menkeu Purbaya Menjamin Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir Tahun
Ia menambahkan, perkembangan situasi global terus dipantau secara intensif oleh pemerintah. Arah kebijakan ke depan, khususnya terkait harga energi, sangat dipengaruhi oleh dinamika pasar energi dunia dalam waktu dekat.
Ketegangan di kawasan penghasil minyak dunia tersebut dinilai berpotensi mendorong kenaikan harga minyak mentah di pasar internasional. Jika tekanan tersebut berlanjut, dampaknya bisa menjalar ke berbagai komoditas energi, termasuk elpiji.
Sebagai negara yang masih bergantung pada impor energi, Indonesia dinilai cukup rentan terhadap gejolak harga global. Kenaikan harga minyak dunia berpotensi memberikan tekanan terhadap anggaran subsidi energi yang selama ini dijaga pemerintah.
Meski begitu, Pertamina memastikan kondisi saat ini masih stabil, baik dari sisi harga maupun distribusi elpiji 3 kilogram. Ketersediaan pasokan di wilayah Kalteng disebut aman dan masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
eneBaca Juga: Filipina Tetapkan Darurat Energi Selama 1 Tahun, Indonesia Sih Kata Anak Buah Bahlil, Pasokan Tetap Aman
“Untuk saat ini belum ada perubahan, baik dari sisi harga maupun distribusi elpiji 3 kilogram,” tutur Hadyan Yuhridza.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang serta tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Selain itu, penggunaan elpiji subsidi diharapkan tepat sasaran, yakni diperuntukkan bagi masyarakat yang memang berhak sesuai ketentuan yang berlaku. (*rif/ala)
Editor : Ayu Oktaviana