PALANGKA RAYA-Kinerja sektor pariwisata di Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Februari 2026 menunjukkan tren yang beragam.
Meski terjadi penurunan jumlah perjalanan wisatawan, terdapat sinyal positif dari meningkatnya rata-rata lama menginap tamu di sejumlah hotel.
Berdasarkan data terbaru, perjalanan wisatawan nusantara asal Kalteng tercatat mencapai 842.414 perjalanan.
Angka ini mengalami penurunan sebesar 16,86 persen dibanding bulan Januari 2026.
Namun demikian, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, jumlah tersebut justru meningkat 8,01 persen.
Sementara itu, jumlah wisatawan nusantara yang menjadikan Kalteng sebagai tujuan perjalanan tercatat sebanyak 867.864 perjalanan.
Capaian ini turun 13,18 persen dibanding bulan sebelumnya, namun masih tumbuh 2,63 persen dibanding Februari 2025.
Penurunan juga terlihat pada sektor perhotelan. Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang pada Februari 2026 tercatat sebesar 38,95 persen.
Angka ini turun 4,63 poin dibanding Januari 2026 dan merosot 7,84 poin dibandingkan Februari tahun lalu. Hal serupa terjadi pada hotel non bintang dan akomodasi lainnya, dengan TPK sebesar 20,68 persen, turun 1,79 poin dari bulan sebelumnya dan 0,56 poin dibanding tahun lalu.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa jumlah tamu yang menginap di hotel berbintang mencapai 34.713 orang, turun signifikan sebesar 26,48 persen dibanding Januari 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 98,96 persen merupakan tamu domestik.
Jika dibandingkan dengan Februari 2025, jumlah ini juga mengalami penurunan sebesar 4,06 persen.
“Hotel bintang empat dan lima masih menjadi pilihan utama bagi tamu domestik maupun asing,” ujar Agnes.
Di sisi lain, hotel non bintang dan akomodasi lainnya mencatat jumlah tamu menginap sebanyak 88.344 orang. Angka ini turun 22,56 persen dibanding bulan sebelumnya.
Namun, secara tahunan justru melonjak signifikan sebesar 70,00 persen dibanding Februari 2025.
“Mayoritas tamu, yakni 99,95 persen, merupakan wisatawan domestik, dengan preferensi utama pada akomodasi dengan jumlah kamar 10 hingga 24,” tegas Agnes.
Meski jumlah kunjungan mengalami penurunan, rata-rata lama menginap tamu (RLMT) justru menunjukkan tren positif. Pada hotel berbintang, RLMT tercatat mencapai 1,61 malam, meningkat 0,26 poin dibanding Januari 2026.
Sementara itu, pada hotel non bintang dan akomodasi lainnya, RLMT juga naik tipis sebesar 0,03 poin.
Kondisi ini mencerminkan bahwa meskipun jumlah wisatawan menurun, durasi tinggal wisatawan cenderung lebih lama, memberikan peluang bagi pelaku industri perhotelan untuk tetap mengoptimalkan pendapatan di tengah tantangan penurunan kunjungan.
Apakah dinas terkait kurang aktif melakukan promosi atau memang fasilitas wisata Kalteng kurang memadai?(*)
Editor : Ayu Oktaviana