Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Disdagperin Kalteng Beberkan Kenaikan Harga Plastik Usai Sidak Distributor dan Toko 

Anisa Bahril Wahdah • Senin, 20 April 2026 | 10:30 WIB
Disdagperin Kalteng turun lapangan melakukan sidak ke sejumlah toko plastik.HUMAS
Disdagperin Kalteng turun lapangan melakukan sidak ke sejumlah toko plastik.HUMAS
 
PALANGKA RAYA-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) bergerak cepat mengantisipasi gejolak harga dan ketersediaan plastik kemasan. Pada Jumat (17/4), Disdagperin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah distributor dan toko besar di Palangka Raya
 
Baca Juga: Pelaku Industri Plastik Bertemu, Pemerintah Komitmen Jaga Stabilitas Pasokan Nasional
 
Dari hasil pengawasan, ditemukan kelangkaan stok sekaligus lonjakan harga yang cukup signifikan pada beberapa jenis plastik. Produk yang paling terdampak adalah plastik HD (kresek) ukuran 15 dan 24, serta plastik PE atau plastik gula, khususnya merek Bawang.
 
Kepala Disdagperin Kalteng, Norhani, mengungkapkan bahwa harga plastik HD merek Bawang mengalami kenaikan rata-rata sekitar 30 persen.
 
Sementara itu, merek lain juga ikut terdongkrak hingga 50 persen akibat meningkatnya permintaan di tengah terbatasnya pasokan.
 
Baca Juga: Gubernur Agustiar Sabran Sarankan Warga Gunakan Daun Pisang atau Bahan Tradisional untuk Bungkus di Tengah Kenaikan Harga Plastik
 
“Ketika merek utama langka, konsumen beralih ke merek lain. Hal ini memicu kenaikan harga yang cukup tinggi meski stoknya masih tersedia,” jelasnya.
 
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi yang cukup memprihatinkan. Sejumlah toko besar dilaporkan kehabisan stok untuk ukuran plastik kemasan makanan. Di salah satu toko, harga plastik yang sebelumnya Rp7 ribu per kemasan 250 gram kini melonjak menjadi Rp16 ribu.
 
Menurut Norhani, lonjakan harga ini tidak terlepas dari faktor eksternal. Informasi dari pelaku usaha menyebutkan bahwa terganggunya impor bahan baku biji plastik akibat dinamika geopolitik global turut memicu kelangkaan di dalam negeri.
 
Baca Juga: Pandangan Pengamat Ekonomi soal Kenaikan Harga Plastik, Indonesia Belum Lepas dari Ketergantungan
 
“Keterbatasan bahan baku membuat produksi menurun, sementara permintaan pasar tetap tinggi. Ini yang menyebabkan ketidakseimbangan,” ujarnya.
 
Sebagai langkah penanganan, Disdagperin Kalteng akan memperkuat koordinasi dengan pemasok dan distributor besar guna menambah pasokan plastik di wilayah Kalimantan Tengah.
 
Upaya ini diharapkan dapat menstabilkan harga dan menjaga ketersediaan di pasaran.
 
Di sisi lain, pemerintah juga mulai mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju penggunaan kemasan yang lebih ramah lingkungan. Warga diimbau membawa wadah sendiri saat berbelanja serta beralih ke alternatif seperti tas kertas (paper bag).
 
Baca Juga: Curhatan Pedagang di Palangka Raya Ketika Harga Plastik Terus Melejit, Banyak Pelanggan Mengeluh
 
“Ini bukan hanya solusi jangka pendek, tetapi juga langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap plastik,” pungkas Norhani.(*)
Editor : Ayu Oktaviana
#harga plastik #bahan baku biji plastik #Disdagperin Kalteng #geopolitik #ramah lingkungan