Kantong Belanja, Jadi Solusi Emak-Emak di Tengah Kenaikan Harga Plastik

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Rabu, 22 April 2026 | 19:40 WIB
Penggunaan kantong belanja jadi solusi kenaikan harga plastik.Miftah/kaltengpos.jawapos.com
Penggunaan kantong belanja jadi solusi kenaikan harga plastik.Miftah/kaltengpos.jawapos.com
 
 
SAMPIT – Mahalnya harga plastik imbas konflik timur tengah membuat warga mengeluh. Pasalnya, plastik sudah menjadi kebetuhan sehari-hari masyarakat khususnya para emak-emak. 
 
Terlebih lagi bagi mereka yang sering berbelanja. 
 
Di tengah naiknya harga plastik itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus mendorong pengurangan penggunaan plastik di masyarakat. Terlebih lagi saat momen harga plastik naik seperti sekarang. 
 
Kepala DLH Kotim, Marjuki, mengimbau masyarakat mulai membiasakan membawa tas belanja sendiri yang dapat digunakan berulang kali, sebagai langkah sederhana mengurangi sampah.
 
“Kita harapkan masyarakat kalau berbelanja sudah membawa kantong sendiri, bisa dari kertas atau bahan lain yang bisa dipakai berulang,” jelasnya, Rabu (22/4/2026). 
 
Ia mengatakan kebijakan pengurangan plastik sudah dituangkan dalam edaran bupati dan terus disosialisasikan kepada masyarakat.
 
“Pengurangan penggunaan plastik ini sudah kita gaungkan. Kita juga sudah buat edaran kepada masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik,” ujarnya. 
 
Ia menjelaskan, pengurangan plastik menjadi penting karena jenis sampah tersebut sulit terurai dan membutuhkan waktu sangat lama untuk hancur.
 
“Plastik ini memang susah didaur ulang dan untuk terurai itu butuh waktu sangat lama. Jadi mau tidak mau kita harus mulai mengurangi,” katanya.
 
Menurutnya, kesadaran masyarakat dalam 
mengurangi penggunaan plastik sudah mulai meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
 
“Sudah jauh meningkat. Sekarang sudah jarang kita temukan sampah dibuang sembarangan, masyarakat juga mulai datang sendiri ke tempat pembuangan,” ungkapnya.
 
Ia juga menyebut, komposisi sampah plastik yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) saat ini sudah jauh berkurang dibanding sebelumnya.
 
“Kalau plastik sekarang sudah minim. Tinggal kantong-kantong saja, kalau botol hampir tidak ada,” katanya.
 
Meski demikian, DLH tetap meminta masyarakat konsisten mengurangi penggunaan plastik agar volume sampah terus menurun.
 
“Sampah itu bukan milik pemerintah, tapi milik kita semua. Kita yang menghasilkan, kita juga yang harus mengaturnya dan menyelesaikannya,” pungkasnya.(*)
Editor : Ayu Oktaviana
plastik mahal harga plastik sampah daur ulang DLH Kotim