Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Gubernur Agustiar Sabran Beberkan Potensi 3 Zona yang ada di Kalimantan Tengah

rifqi • Jumat, 24 April 2026 | 15:30 WIB
Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran dan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa melihat pelaku UMKM.Rifqi/Kalteng Pos
Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran dan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa melihat pelaku UMKM.Rifqi/Kalteng Pos
 
 
PALANGKA RAYA-Gubernur Kalimantan Tengah, H Agustiar Sabran menyebut banyak potensi perdagangan yang bisa terus dikembangkan dan bermanfaat bagi masyarakat.
 
Potensi tersebut dikembangkan melalui pembagian tiga zona utama, yakni barat, tengah, dan timur, yang masing-masing memiliki keunggulan sektor.
 
Baca Juga: Misi Dagang Kalteng–Jatim Tembus Rp2,05 Triliun, Gubernur Agustiar Sabran Dorong Investasi dan Hilirisasi
 
Di zona barat, potensi unggulan meliputi kelapa sawit, pertambangan, pariwisata, serta perikanan modern, termasuk pengembangan shrimp estate udang vaname. 
 
Saat ini, Pemprov Kalteng telah mengembangkan kawasan budidaya udang seluas 40,17 hektare di Desa Sungai Raja dengan kapasitas produksi sekitar 335 ton per siklus panen.
 
"Program tersebut menjadi bagian dari upaya hilirisasi sektor perikanan sekaligus mendorong peningkatan ekspor dan ketahanan pangan daerah,"katanya Kamis (23/4/2026).
 
Sementara itu, zona tengah difokuskan pada pengembangan food estate, pertanian, perkebunan, hingga industri kreatif dan pengolahan hasil hutan. 
 
Adapun zona timur memiliki potensi besar di sektor pertambangan, kehutanan, serta pengembangan hortikultura dan perikanan air tawar.
 
Baca Juga: Provinsi Jatim Terus Berharap Suplay Kayu Bulat, Rotan dan Udang Vaname dari Kalteng
 
“Kami arahkan pengembangan ini secara terencana agar memberikan nilai tambah ekonomi yang optimal,” tegasnya.
 
Selain itu, Pemprov Kalteng juga mengembangkan demplot terpadu di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan sebagai model ekonomi berbasis kawasan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
 
Misi dagang antara Provinsi Kalimantan Tengah dan Jawa Timur mencatatkan nilai transaksi sementara sebesar Rp2,05 triliun hingga pukul 14.30 WIB, Kamis (23/4/2026). 
 
Angka tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah hingga penutupan resmi kegiatan pada sore hari.
 
“Misi dagang ini kami pandang sebagai pintu gerbang kerja sama yang lebih luas, tidak hanya perdagangan, tetapi juga investasi dan penguatan rantai pasok,”tutupnya.(*)
Editor : Ayu Oktaviana
#misi dagang jatim kalteng #perdagangan #udang vaname #Ketahanan Pangan Daerah