Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Kalteng Kaya Akan Sawit, Gubernur Agustiar Sabran Sikapi Rencana Pemerintah Menggunakan Bahan Bakar B50

rifqi • Jumat, 24 April 2026 | 14:45 WIB
Gubernur H Agustiar Sabran berbicara soal pertambangan rakyat di Kalteng. ARIEF PRATHAMA/KALTENG POS
Gubernur H Agustiar Sabran berbicara soal B50. Arief Prathama/Kalteng Pos

PALANGKA RAYA-Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran memberikan dukungan penuh atas kebijakan pemberlakukan bahan bakar biodiesel 50 atau B50.

Pogram tersebut selaras dengan kebijakan nasional. Program biodiesel B50 yang dinilai berpotensi meningkatkan nilai tambah sektor kelapa sawit.

"Kami sangat mendukung kebijakan itu,"ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Untuk diketahui, hasil sawit di Kalteng saat ini berada di kisaran: 7–8 juta ton per tahun (TBS/produksi kebun) dan 8 juta ton lebih per tahun (CPO/hasil olahan).

Tahun 2025, produksi mencapai sekitar 7,59 juta ton kelapa sawit.Berdasarkan data terbaru BPS 2024, luas kebun sekitar 2,16 juta hektare.

Kalteng termasuk 3 besar produsen sawit nasional, bersaing dengan Riau dan Kalimantan Barat.

“Potensi sawit kita mencapai 2,9 juta hektare dengan produksi sekitar 9 juta ton CPO pada 2025. Ini menjadi kekuatan besar dalam mendukung ketahanan energi nasional,” kata Agustiar.

Untuk diketahui, Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI) Andi Amran Sulaiman menyatakan Indonesia akan menghentikan impor solar mulai 1 Juli 2026 seiring penerapan biodiesel 50 persen (B50) berbasis sawit.

"Solar kita tidak impor lagi. Tahun 2026 pada 1 Juli kita stop, B50 masuk," kata Amran di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Minggu (19/4/2026).

"Ini energi masa depan Indonesia. Karena sumbernya dari sawit. Sawit jadi solar, sawit juga jadi bensin," ujarnya.(*)

 

Editor : Agus Pramono
#b50 #biodiesel 50 #sawit kalteng #b50 berlaku juli #agustiar sabran