PALANGKA RAYA-Kebaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi yang diterapkan pemerintah memberikan dampak pada harga kebutuhan bangunan.
Di Palangka Raya, harga mengalami kenaikan yang lumayan menguras kantong konsumen.
Untuk harga pasir putih, harga satu truk sekarang dipatok dengan harga Rp1,2 juta sampai Rp1,3 juta. Harga bisa naik jika lokasi kirim dianggap jauh. Harga sebelumnya hanya Rp900 ribu.
"Harga naik mas, susah cari solar sekarang, dexlite tahu sendiri, naiknya gila-gilaan,"ujar sopir truk yang akrab disapa Pakde kepada kaltengpos.jawapos.com, Sabtu (25/4/2026).
Sementara itu, harga tamah urug yang sebelumnya dipatok Rp300 ribu, kini menjadi Rp450 ribu sampai Rp500 ribu. Naik Rp150 ribu per truk. Harga tergantung jarak tempuh pengantaran. Tanah dan pasir diambil darinTangkiling.
"Hampir semua sopir truk menerapkan harga itu, jadi tidak diterapkan sepihak,"jelasnya.
Sementara itu, untuk harga di toko bangunan di area Jalan Tjilik Riwut dan Rajawali juga mengalami kenaikan yang signifikan.
Harga pasir untuk satu pikap saat ini dipatok Rp350 ribu sampai Rp400 ribu.
Lalu, untuk batu koral, yang diambil dan dikirim dari daerah Kalsel juga melonjak drastis. Sebelum kenaikan BBM nonsubsubsidi, harga dipatok tak sampai Rp500 ribu. Sekarang harga Rp700 ribu sampai Rp800 ribu untuk satu kubik atau satu pikap.
Kanaikan juga ada pada harga semen. Toko bangunan terpaksa menaikkan harga. Semen merk Conch dari harga Rp51 ribu sekarang naik menjadi Rp54 ribu.
Sementara itu untuk harga Semen Gresik dari harga Rp59 ribu menjadi Rp62 ribu sampai Rp64 ribu.
Untuk diketahui, harga Pertamax Turbo kini dipatok Rp19.850 per liter. Angka ini melonjak jauh dari posisi Maret yang masih berada di kisaran Rp13.350 per liter.
Kenaikan lebih tinggi juga terjadi pada Dexlite. Produk tersebut kini dijual Rp24.150 per liter, meningkat tajam dari sebelumnya kisaran Rp14.500 per liter.(*)
Editor : Agus Pramono