SAMPIT – Rencana penerbangan Super Air Jet dengan armada Airbus A320 di Bandara H Asan Sampit tidak akan mengangkut penumpang penuh. Dari kapasitas pesawat sekitar 180 kursi, keterisian hanya dibatasi 70 hingga 80 persen.
Kepala Dinas Perhubungan Kotawaringin Timur (Kotim), Raihansyah, mengatakan pembatasan itu dilakukan demi keselamatan penerbangan. Mengingat kondisi landasan pacu dan pesawat yang juga akan mengangkut barang.
“Secara teknis kapasitasnya 180 penumpang, tapi tidak akan diisi penuh. Diperkirakan hanya 70 sampai 80 persen karena juga membawa kargo dan mengutamakan faktor keselamatan,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).
Saat ini, bandara Haji Asan Sampit memiliki panjang 2.060 meter dan lebar 30 meter. Meski begitu, Raihansyah memastikan seluruh aspek teknis penerbangan telah dinyatakan siap, mulai dari izin slot terbang hingga kesiapan operasional di bandara.
“Ground handling, slot di Bandara H Asan maupun Cengkareng sudah clear semua. Secara teknis tidak ada kendala,” tegasnya.
Selain itu, pihaknya juga telah menindaklanjuti sejumlah catatan dari pihak maskapai, termasuk penanganan objek yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.
“Beberapa pohon yang sebelumnya jadi perhatian pilot sudah kami tebang di sisi barat dan timur landasan. Tinggal beberapa milik warga yang masih dalam proses,” jelasnya.
Ia menambahkan, landasan pacu Bandara H Asan juga telah melalui pengujian teknis dan dinyatakan memenuhi syarat untuk operasional pesawat jenis tersebut.
“Pengukuran kekuatan landasan, manuver putar balik, hingga parkir pesawat sudah disimulasikan dan dinyatakan mencukupi. Sertifikat bandara juga sudah keluar,” bebernya.
Meski kesiapan teknis telah rampung, hingga kini penjualan tiket penerbangan masih belum dibuka. Dishub masih menunggu keputusan dari pihak maskapai.
“Untuk penjualan tiket memang belum ada. Kami masih menunggu keputusan dari tim Lion Air, kemungkinan dalam waktu dekat ada kepastian,”imbuhnya. (*)
Editor : Agus Pramono