Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

IHSG Ambles 3,76 Persen ke Level 6.470, Menkeu Purbaya Santai: Bukan Krisis 1998

Agus Pramono • Senin, 18 Mei 2026 | 13:15 WIB
Pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Salman Toyibi/Jawa Pos
Pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Salman Toyibi/Jawa Pos

 KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada perdagangan sesi I, Senin (18/5/2026). IHSG anjlok 252,97 poin atau 3,76 persen ke level 6.470,34, menjadi titik terendah dalam setahun terakhir.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di zona merah dengan rentang level 6.398 hingga 6.631. Posisi ini menjadi yang terendah sejak April 2025.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 21,55 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp11,96 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.728.389 kali transaksi.

Mayoritas saham bergerak melemah. Tercatat hanya 84 saham yang menguat, sementara 682 saham turun dan 52 saham stagnan. Saham-saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 juga ikut terseret dengan penurunan mencapai 3,06 persen.

Tekanan terbesar datang dari sektor barang baku yang ambles hingga 8,14 persen. Disusul sektor transportasi turun 6,12 persen, sektor perindustrian 4,76 persen, sektor infrastruktur 4,16 persen, dan sektor kesehatan melemah 3,84 persen.

Tak hanya di dalam negeri, pelemahan juga terjadi di bursa Asia. Indeks Hang Seng Hong Kong turun 1,2 persen, Nikkei Jepang melemah 0,7 persen, Straits Times Singapura turun 0,32 persen, dan Shanghai Composite China terkoreksi 0,07 persen.

Di tengah tekanan pasar tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons santai anjloknya IHSG.

Menurutnya, pelemahan pasar saham saat ini hanya dipengaruhi sentimen jangka pendek dan bukan cerminan buruknya fundamental ekonomi nasional.

“Nggak apa-apa, nanti kita perbaiki. Kan pondasi ekonominya bagus, itu masalah sentimen jangka pendek aja,” ujar Purbaya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (18/5/2026).

Ia menegaskan pemerintah saat ini fokus menjaga fondasi ekonomi agar pembangunan nasional tetap berjalan stabil.

Saat ditanya soal sentimen yang memengaruhi pasar, Purbaya menyinggung adanya kekhawatiran sebagian pelaku pasar yang mengaitkan pelemahan rupiah dengan krisis ekonomi 1998.

Namun, ia menilai kondisi saat ini sangat berbeda dibanding masa krisis tersebut.

“Kalau rupiah melemah seolah kita akan bergerak seperti 1998 lagi. Beda, 1998 itu kebijakannya salah,” tegasnya.

Meski IHSG terjun bebas, sejumlah saham justru mencatat lonjakan tajam dan masuk daftar top gainers pada perdagangan sesi I.

Saham PT Berkah Prima Perkasa Tbk dengan kode BLUE melesat 19,66 persen ke level Rp3.470.

Kemudian saham PT Batavia Prosperindo Trans Tbk (BPTR) naik 15,66 persen ke Rp96, disusul PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) yang menguat 14,66 persen ke level Rp3.910.

Sementara itu, saham PT UBC Medical Indonesia Tbk (LABS) melejit 12,5 persen ke Rp198 dan PT Equity Development Investment Tbk (GSMF) naik 12,32 persen ke level Rp155.

Pergerakan kontras tersebut menunjukkan masih adanya saham-saham yang mampu mencetak cuan di tengah tekanan besar yang melanda pasar modal Indonesia.(*)

 

Editor : Agus Pramono
#IHSG #ihsg hari ini #trading halt ihsg #Saham PT Berkah Prima Perkasa #Purbaya