Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Rupiah Kian Tertekan! Dolar AS Tembus Rp17.726,  Menkeu Purbaya Prediksi Akan Stabil dalam Tempo Singkat

Miftahul Ilma • Selasa, 19 Mei 2026 | 12:46 WIB
Nilai tukar rupiah semakin merosot.Miftah/kaltengpos.jawapos.com
Nilai tukar rupiah semakin merosot.Miftah/kaltengpos.jawapos.com

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Nilai tukar rupiah kembali berada merosot pada Selasa (19/5/2026). Dolar Amerika Serikat (AS) menyentuh angka kisaran Rp17.726 pada pukul 12.23 WIB. 

Hal itu seiring gejolak pasar keuangan global yang masih membayangi pergerakan mata uang negara berkembang.

Baca Juga: Prabowo Sindir Ramalan Indonesia Kolaps dan Isu Rupiah Melemah: Rakyat Desa Tidak Pakai Dollar

Penguatan mata uang Negeri Paman Sam itu langsung menjadi perhatian pelaku usaha dan pasar domestik. Sebab, lonjakan dolar berpotensi memengaruhi berbagai sektor, mulai dari biaya impor, harga bahan baku industri, hingga harga barang konsumsi di tingkat masyarakat.

Tekanan dolar AS juga tidak hanya dirasakan Indonesia. Sejumlah mata uang di kawasan Asia Tenggara ikut mengalami pelemahan. Saat ini satu dolar AS tercatat setara sekitar 3,97 ringgit Malaysia dan 32,62 baht Thailand.

Selain dolar AS, sejumlah mata uang asing lain juga menunjukkan pergerakan tinggi terhadap rupiah. Euro berada di kisaran Rp20 ribuan, poundsterling Inggris menembus Rp23 ribuan, sementara dolar Singapura diperdagangkan di atas Rp13 ribu.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan kondisi pasar mulai lebih stabil dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.600 per Dolar AS, Harga Barang di Desa Diprediksi Ikut Naik

Pemerintah disebut telah mulai masuk secara bertahap ke pasar obligasi untuk meredam tekanan yang terjadi di sektor keuangan.

“Saya pikir pertengahan minggu ini juga sudah mulai berkurang. Pemerintah sudah masuk ke bond market sedikit-sedikit, asing juga sudah mulai masuk, sehingga tekanan di bond mestinya berkurang,” ujarnya kepada wartawan di Istana, mengutip Liputan 6
Menurut Purbaya, membaiknya pasar obligasi biasanya ikut berdampak terhadap pergerakan nilai tukar rupiah. Ia menilai kondisi fiskal Indonesia saat ini masih cukup kuat untuk menghadapi tekanan global.

“Yang penting begini, besok akan ada laporan APBN kita sampai April. Itu hasilnya bagus, pasti di luar perkiraan para pengamat. Jadi fondasi kita memang betul-betul bagus, Anda tidak usah khawatir,” katanya.

Ia juga menepis kekhawatiran berlebihan terkait pergerakan dolar AS yang sempat menyentuh level tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Pemerintah, kata dia, masih optimistis terhadap ketahanan ekonomi nasional karena ditopang konsumsi masyarakat dan investasi sektor swasta.

Purbaya menyebut strategi pemerintah saat ini tidak hanya mengandalkan belanja negara, tetapi juga memperkuat peran dunia usaha agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.

“Kita betul-betul memperbaiki ekonomi dan sudah kelihatan di triwulan keempat lalu dan triwulan pertama tahun ini. Kita sudah tumbuh semakin cepat dan akan dijaga terus. Anda ingat, triwulan pertama kita tumbuh 5,6 persen ketika perekonomian global sedang guncang,” pungkasnya.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
#nilai tukar rupiah #dolar AS #rupiah #Purbaya