Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Awal Juni 2026, Harga Bawang Merah di Palangka Raya Melonjak Tajam

rifqi • Rabu, 10 Juni 2026 | 13:30 WIB
Pedagang sedang mempersiapkan bawang merah yang dijual di pasar tradisional di Palangka Raya. Arief Prathama/Kalteng Pos
Pedagang sedang mempersiapkan bawang merah yang dijual di pasar tradisional di Palangka Raya. Arief Prathama/Kalteng Pos

PALANGKA RAYA –Sejumlah komoditas kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga, terutama bawang merah yang dalam sepekan terakhir melonjak hampir dua kali lipat.

Ahmad Faisal (25), pemilik Toko Najwa di Pasar Kahayan, mengatakan harga bawang merah yang sebelumnya berada di kisaran Rp38 ribu per kilogram (kg) kini naik menjadi Rp70 ribu per kg. “Dalam satu minggu naik dari Rp38 ribu menjadi Rp70 ribu per kilogram,” ujarnya, Senin (8/6/2026).

Baca Juga: Kabar Kurang Sedap untuk Ibu Rumah Tangga, Harga Minyakita Mulai Merangkak Naik

Selain bawang merah, harga bawang putih juga mengalami kenaikan dari Rp38 ribu menjadi Rp42 ribu per kilogram. Sementara beberapa komoditas lain seperti tepung terigu relatif stabil dan gula justru mulai mengalami penurunan harga.

Menurut Faisal, kenaikan harga membuat daya beli masyarakat ikut tertekan. Banyak pelanggan yang mengurangi jumlah pembelian untuk menyesuaikan kondisi ekonomi. “Biasanya beli lima kilogram, sekarang jadi tiga kilogram. Pembeli mengurangi belanja karena biaya kebutuhan makin besar,” katanya.

Untuk menjaga usaha tetap berjalan, ia mengandalkan penjualan minyak goreng yang saat ini relatif lebih terjangkau dan banyak dicari konsumen.

Baca Juga: Pertamax Naik, Berikut Update Harga BBM  10 Juni 2026

“Sekarang yang diandalkan minyak goreng. Orang datang cari minyak, biasanya sekalian beli kebutuhan lain seperti bawang dan tepung,” ujarnya.Kondisi serupa dirasakan Eliana (39), pedagang bumbu masakan di Pasar Kahayan. Ia menyebut harga bawang merah yang menjadi bahan utama dagangannya melonjak dari kisaran Rp45 ribu menjadi Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram.

Akibat kenaikan harga bahan baku dan minyak goreng, Eliana terpaksa menaikkan harga jual bumbu racikannya dari Rp60 ribu–Rp70 ribu menjadi Rp80 ribu per kilogram.

“Sangat terdampak karena bahan-bahan mahal semua. Minyak naik, bawang juga naik,” ujarnya.

Tidak hanya bumbu masakan, harga tahu yang juga dijualnya mengalami kenaikan sekitar Rp1.000 per potong. Menurutnya, kenaikan harga kedelai sebagai bahan baku turut memengaruhi harga jual produk tersebut.

Baca Juga: Rupiah Melemah, Harga Bawang hingga Minyak Goreng Merangkak Naik di Sampit

“Katanya karena kedelai naik juga. Yang ukuran kecil sedikit dikurangi, tapi yang besar tetap,” katanya.

Sementara itu, dampak kenaikan harga bahan baku juga dirasakan pelaku usaha kuliner.

Misran (52), pedagang bubur ayam di kawasan Simpang Empat Antang, mengaku hampir seluruh bahan baku usahanya mengalami kenaikan harga.

Meski demikian, hingga saat ini ia masih mempertahankan harga jual bubur ayam agar tidak membebani pelanggan.

“Semua bahan baku bubur naik, tapi untuk sekarang harga jual belum naik. Kami masih bertahan di Rp14 ribu per porsi kecil,” ujarnya.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
#minyak goreng #bawang merah #kebutuhan pokok