PALANGKA RAYA –Harga bawang merah yang sebelumnya berada di kisaran Rp38 ribu per kilogram (kg) kini naik menjadi Rp70 ribu per kg.
Selain bawang merah, harga bawang putih juga mengalami kenaikan dari Rp38 ribu menjadi Rp42 ribu per kilogram.
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kalteng menyiapkan sejumlah langkah untuk mengendalikan lonjakan harga bawang merah dan bawang putih yang belakangan dikeluhkan masyarakat maupun pedagang.
Baca Juga: Awal Juni 2026, Harga Bawang Merah di Palangka Raya Melonjak Tajam
Kepala Disdagperin Kalteng Norhani, mengatakan kenaikan harga sejumlah komoditas pangan menjadi perhatian pemerintah daerah. Karena itu, berbagai upaya dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasaran.
Menurutnya, salah satu langkah yang dilakukan adalah mengoptimalkan keberadaan pasar penyeimbang yang dikelola pemerintah daerah agar masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Baca Juga: Kabar Kurang Sedap untuk Ibu Rumah Tangga, Harga Minyakita Mulai Merangkak Naik
“Pasar penyeimbang akan terus dioptimalkan untuk membantu masyarakat mendapatkan barang kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).
Selain itu, pemerintah daerah juga akan mengintensifkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan menggandeng pelaku usaha dan distributor bahan pokok.
Melalui program tersebut, berbagai komoditas kebutuhan masyarakat, termasuk bawang merah dan bawang putih, dapat dijual dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar.
“Pemerintah daerah berkolaborasi dengan pelaku usaha dan distributor untuk menyediakan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat,” katanya.
Baca Juga: Pertamax Naik, Berikut Update Harga BBM 10 Juni 2026
Norhani menambahkan, pengawasan terhadap distribusi dan ketersediaan stok juga akan diperketat melalui inspeksi mendadak bersama Satgas Pangan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terjadi praktik penimbunan yang dapat memicu kenaikan harga di tingkat konsumen.
“Kami bersama Satgas Pangan akan melakukan inspeksi berkala ke gudang distributor maupun pedagang besar untuk memastikan tidak ada spekulan yang sengaja menimbun barang saat pasokan dari luar daerah mengalami hambatan,” tegasnya.(*)
Editor : Ayu Oktaviana