SAMPIT – Penerbangan perdana maskapai Super Air Jet rute Jakarta–Sampit dipastikan tetap berlangsung pada 12 Juni 2026 mendatang. Menjelang kedatangan perdana pesawat Airbus A320 tersebut, jumlah keterisian penumpang mulai menunjukkan angka yang cukup menjanjikan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kotawaringin Timur (Kotim), Raihansyah, mengungkapkan hingga saat ini sekitar 60 kursi untuk rute Jakarta-Sampit telah terisi.
Baca Juga: Bandara Haji Asan Sampit Ingin Lebih Sibuk, Warga Diminta Manfaatkan Penerbangan Langsung
Sementara untuk penerbangan dari Sampit menuju Jakarta, jumlah pemesan tiket sudah mencapai sekitar 50 orang.
“Update dari pihak Lion Group, penumpang dari Jakarta menuju Sampit sudah terisi sekitar 60 orang, sedangkan dari Sampit menuju Jakarta sudah sekitar 50 penumpang,” ujarnya, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, jadwal pendaratan perdana masih sesuai rencana meski sebelumnya sempat tertunda. Pemerintah daerah bersama pihak bandara kini fokus memastikan seluruh aspek operasional siap saat pesawat pertama Super Air Jet tiba di Bandara Haji Asan Sampit.
“Insya Allah tetap sesuai jadwal tanggal 12 Juni. Kami melakukan berbagai persiapan agar seluruh aktivitas penerbangan pada hari itu berjalan lancar,” ujarnya.
Baca Juga: Mulai Bulan Juni, Wings Air Terbang Setiap Hari dari Surabaya ke Sampit
Ia menjelaskan, pada waktu yang hampir bersamaan nantinya bandara juga akan melayani sejumlah penerbangan reguler serta kedatangan jamaah haji asal Kotim. Karena itu, koordinasi lintas instansi terus dilakukan, termasuk dengan pihak ground handling yang bertugas melayani operasional pesawat di bandara.
Dishub juga melakukan pembenahan sejumlah saluran drainase di sekitar kawasan bandara. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi genangan yang selama ini kerap muncul saat hujan deras bertepatan dengan pasang air Sungai Mentaya.
“Kami menyiapkan saluran air agar lebih lancar sehingga tidak menjadi kendala terhadap aktivitas penerbangan. Semoga cuaca pada tanggal 12 nanti juga mendukung,” katanya.
Raihansyah menilai kehadiran Super Air Jet akan membuka peluang peningkatan mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas wilayah.
Pemkab Kotim bahkan berencana menggandeng Kabupaten Seruyan dan Katingan untuk bersama-sama memaksimalkan potensi penumpang yang menggunakan Bandara Haji Asan Sampit.
“Kami berharap ke depan bisa berkolaborasi dengan Seruyan dan Katingan. Banyak masyarakat dari wilayah tersebut yang selama ini menggunakan Bandara Haji Asan Sampit untuk perjalanan udara,” tuturnya.
Ia optimistis kehadiran maskapai baru tersebut tidak hanya memudahkan akses transportasi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui meningkatnya aktivitas perjalanan orang dan barang dari dan menuju Kotim. (*)
Editor : Ayu Oktaviana