Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Pertamina Ancam Putus Kerja Sama dengan Pangkalan Elpiji Subsidi yang Nakal

rifqi • Kamis, 25 Juni 2026 | 14:00 WIB
Tim gabungan melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pangkalan menyusul informasi mahalnya harga elpiji subsidi di Palangka Raya.
(Arief Prathama/Kalteng Pos)
Tim gabungan melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pangkalan menyusul informasi mahalnya harga elpiji subsidi di Palangka Raya. (Arief Prathama/Kalteng Pos)

PALANGKA RAYA-PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan elpiji subsidi 3 kilogram di Kota Palangka Raya dalam kondisi aman meski belakangan muncul keluhan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan gas melon di sejumlah wilayah.

Sales Branch Manager (SBM) Kalteng IV Gas PT Pertamina Patra Niaga, Hadyan, menegaskan tidak ada kendala pasokan maupun distribusi elpiji 3 kg di Palangka Raya. Menurutnya, proses penyaluran dari agen ke pangkalan berjalan normal sesuai jadwal masing-masing agen.

Baca Juga: Harga Elpiji Subsidi di Palangka Raya Capai Rp50 Ribu Per Tabung, Itupun Sulit Dicari

“Pertama dapat kami sampaikan bahwa terkait ketersediaan stok elpiji khususnya di Kota Palangka Raya, kami tidak ada kekurangan dan distribusi berjalan normal,” ujarnya saat ditemui usai sidak distribusi elpiji subsidi, Senin (22/6/2026).

Ia menjelaskan pola distribusi elpiji dari agen ke pangkalan berbeda-beda. Ada pangkalan yang menerima pasokan setiap hari, ada yang mingguan, bahkan ada yang menerima pasokan setiap dua minggu sekali sesuai alokasi yang diberikan agen.

Menurut Hadyan, kondisi pangkalan yang sempat kosong saat sidak dilakukan bukan karena kelangkaan stok, melainkan proses distribusi yang masih berjalan.

“Bisa saja pada pagi hari stok di pangkalan belum tersedia karena armada agen masih melakukan pengisian di SPBE atau masih dalam perjalanan menuju pangkalan,” katanya.

Ia menjelaskan SPBE yang berada di Tangkiling saat ini melayani kebutuhan elpiji untuk lima kabupaten/kota sekaligus. Di Kota Palangka Raya sendiri terdapat sembilan agen resmi yang menyalurkan elpiji subsidi ke ratusan pangkalan.

Baca Juga: Warga Palangka Raya Kesulitan Dapat Elpiji Subsidi, Pertamina Sebut Pasokan Tak Berkurang

“Penyaluran di SPBE tentu ada antrean karena melayani beberapa daerah. Namun secara umum stok aman dan distribusi normal. Insya Allah pada sore hari stok yang belum sampai itu sudah tersedia di pangkalan,” jelasnya.

Hadyan menyebut saat ini terdapat sekitar 300 hingga 400 pangkalan aktif yang tersebar di seluruh wilayah Kota Palangka Raya. Sementara satu armada distribusi agen mampu mengangkut sekitar 560 tabung elpiji yang kemudian disalurkan ke sejumlah pangkalan sesuai alokasi masing-masing.

Di sisi lain, Pertamina juga menyoroti masih ditemukannya pangkalan yang menjual elpiji subsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Saat ini harga elpiji 3 kilogram di tingkat pangkalan resmi di Kota Palangka Raya mengacu pada Surat Keputusan Wali Kota dengan harga Rp22 ribu per tabung.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat terkait harga LPG di lapangan. Harga resmi di pangkalan sesuai SK Wali Kota adalah Rp22 ribu per tabung,” ujarnya.

Menurut Hadyan, Pertamina tidak akan segan memberikan sanksi kepada pangkalan maupun agen yang terbukti melanggar ketentuan distribusi elpiji subsidi.

“Untuk pangkalan yang menjual di atas HET atau tidak menyalurkan sesuai aturan, kami memiliki mekanisme pembinaan mulai dari teguran hingga pemutusan hubungan usaha,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan apabila menemukan pangkalan yang menjual elpiji di atas HET, menahan stok, atau tidak melayani masyarakat sebagaimana mestinya.

“Jika ditemukan pangkalan yang menjual tidak sesuai ketentuan, tidak sesuai HET, atau masih memiliki stok tetapi tidak menjual kepada masyarakat, silakan laporkan ke Pertamina Call Center 135. Pasti akan kami tindak lanjuti,” katanya.

Hadyan memastikan identitas masyarakat yang melaporkan pelanggaran akan dirahasiakan sehingga tidak perlu khawatir saat menyampaikan laporan. “Identitas pelapor aman dan tidak akan kami buka,” pungkasnya.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
#pt pertamima patra niaga #elpiji subsidi #palangka raya #spbe