PALANGKA RAYA–Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Edy Pratowo menyoroti masih terbatasnya infrastruktur pelabuhan industri di Kalimantan Tengah. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu kendala dalam mendorong hilirisasi serta kelancaran distribusi hasil sumber daya alam dari daerah.
Hal itu disampaikan Edy Pratowo saat menghadiri Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kalimantan Tengah Tahun 2026 di Hotel Best Western Palangka Raya, beberapa hari lalu.
Menurut Edy, meski Kalimantan Tengah kaya akan sumber daya alam, daerah ini belum memiliki jalur logistik yang memadai untuk mendukung pengiriman hasil industri secara langsung dari wilayah sendiri.
“Kita juga kaya dengan sumber daya alam, tetapi wilayah kita tidak memiliki pelabuhan yang bisa membawa hasil industri maupun perdagangan kita. Ini yang perlu menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama ini hasil sumber daya alam, termasuk batu bara, masih banyak dikirim melalui wilayah provinsi lain karena keterbatasan akses pelabuhan.
Kondisi tersebut membuat nilai tambah ekonomi belum sepenuhnya dinikmati Kalimantan Tengah.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong percepatan pembangunan alur pelayaran agar distribusi komoditas unggulan dapat dilakukan langsung dari daerah.
Edy juga menyinggung keberadaan Pelabuhan Batanjung di Kabupaten Kapuas yang telah lama dibangun, namun hingga kini belum berfungsi secara optimal.
“Kita punya Pelabuhan Batanjung di Kapuas. Sangat disayangkan karena sudah sekitar 16 tahun dibangun, tetapi belum berfungsi maksimal. Padahal keberadaannya sangat penting untuk mendukung aktivitas logistik dan perekonomian daerah,” katanya.
Ia berharap pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat kolaborasi dalam membangun infrastruktur logistik yang mampu menunjang hilirisasi industri dan memperlancar ekspor komoditas unggulan Kalimantan Tengah.
Menurutnya, tersedianya pelabuhan industri yang memadai akan menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan daya saing daerah, memperkuat investasi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah secara berkelanjutan.(*)
Editor : Ayu Oktaviana