Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Pihak Perusahaan Sawit Diminta Menggunakan Layanan Penerbangan melalui Bandara H Asan Sampit

Miftahul Ilma • Jumat, 17 Juli 2026 | 11:30 WIB
Pesawat Nam Air di Bandara H Asan Sampit.MIFTAH/KALTENG POS
Pesawat Nam Air di Bandara H Asan Sampit.MIFTAH/KALTENG POS

SAMPIT – Jumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit yang cukup banyak di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ternyata tidak hanya berdampak pada perekonomian masyarakat saja. Hadirnya perusahaan itu berpeluang besar dalam pengembangan transportasi udara di Bumi Habaring Hurung. 

Bandara Haji Asan Sampit mendorong perusahaan-perusahaan besar, khususnya sektor perkebunan kelapa sawit, memanfaatkan layanan penerbangan dari Sampit. 

Baca Juga: Sejumlah Aspek Bisa Ancam Penerbangan, Bandara Haji Asan Sampit Lakukan Sosialisasi

Dukungan dunia usaha dinilai menjadi salah satu kunci agar maskapai tertarik membuka rute baru sekaligus meningkatkan frekuensi penerbangan di Kotim. 

Kepala Bandara Haji Asan Sampit, Abdul Haris, mengatakan jumlah penumpang menjadi pertimbangan utama maskapai dalam menentukan keberlangsungan maupun pembukaan rute penerbangan. Karena itu, ia berharap perusahaan tidak lagi memberangkatkan karyawannya melalui bandara di daerah lain.

“Kita banyak perusahaan sawit. Kenapa tidak seluruh karyawannya pulang dan pergi melalui Bandara Haji Asan Sampit. Kalau penumpangnya ada, operator tentu akan betah terbang ke Sampit,” ujarnya, Kamis (16/7/2026). 

Menurutnya, kerja sama antara pemerintah daerah, perusahaan, dan maskapai sangat dibutuhkan agar pengembangan jaringan penerbangan di Sampit dapat berjalan optimal. Sebab, maskapai akan melihat potensi keuntungan sebelum memutuskan membuka atau mempertahankan suatu rute.

Baca Juga: Maskapai Penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit Kian Beragam

“Operator itu berpikir soal keuntungan. Kalau mereka masuk tapi tidak untung, tentu tidak akan bertahan. Karena itu perlu kolaborasi semua pihak,” katanya.

Ia menjelaskan, saat ini Bandara Haji Asan Sampit telah melayani berbagai jenis pesawat dengan penerbangan reguler setiap hari. Kondisi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk memilih terbang langsung dari Sampit dibanding melalui Pangkalan Bun atau Palangka Raya.

“Sekarang di Sampit sudah ada Airbus, Boeing, ATR, dan frekuensi penerbangannya setiap hari. Kami berharap masyarakat semakin percaya menggunakan Bandara Haji Asan Sampit karena pelayanan juga terus kami tingkatkan,” ucapnya.

Selain meningkatkan jumlah penumpang, Bandara Haji Asan Sampit juga terus mempersiapkan pengembangan jaringan penerbangan ke depan. Ia berharap bandara tersebut tidak hanya melayani rute Jakarta, Surabaya, dan Semarang, tetapi juga membuka koneksi ke daerah lain sesuai kebutuhan masyarakat.

“Harapannya nanti ada penambahan rute, misalnya ke Yogyakarta, Singkawang, dan daerah lainnya sesuai kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga: Bandara Haji Asan Sampit Ingin Lebih Sibuk, Warga Diminta Manfaatkan Penerbangan Langsung

Di sisi lain, ia mengakui pengembangan bandara masih menghadapi tantangan, terutama terkait ketersediaan lahan. Menurutnya, keterbatasan anggaran pemerintah membuat proses pembebasan lahan belum bisa dilakukan secara maksimal.

“Yang paling krusial saat ini adalah lahan. Mudah-mudahan ke depan ada kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha untuk bersama-sama mengembangkan Bandara H Asan Sampit,” pungkasnya. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
bandara h asan sampit kelapa sawit penerbangan