Telkomsel Gandeng China Telecom, Kembangkan Solusi 5G, AI, dan IoT untuk Industri Indonesia

Petrus • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 14:30 WIB
Penandatangan MoU antara Telkomsel dengan China Telecom, di Shanghai, 25 Juni 2026. FOTO TELKOMSEL
Penandatangan MoU antara Telkomsel dengan China Telecom, di Shanghai, 25 Juni 2026. FOTO TELKOMSEL

 

JAKARTA – Telkomsel secara resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama China Telecom Global Limited (CTG) dalam gelaran Mobile World Congress (MWC) Shanghai pada 25 Juni 2026. Lewat kemitraan ini, kedua perusahaan bakal mengeksplorasi potensi pengembangan solusi digital terpadu untuk sektor korporasi serta industri vertikal di Indonesia. Fokus utamanya mencakup pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), layanan berbasis ICT, hingga optimalisasi jaringan 5G di pelbagai sektor.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari lebih 17.000 pulau, Indonesia menghadapi tantangan kebutuhan konektivitas industri yang bervariasi. Dari wilayah terpelosok, kawasan pabrik, area pelabuhan, sampai lokasi tambang, banyak aktivitas bisnis memerlukan jaringan yang stabil, aman, serta sanggup mendukung pengambilan keputusan secara cepat.

Oleh sebab itu, orientasi kebutuhan industri saat ini bergeser dari sekadar jangkauan sinyal menuju jaringan berkinerja tinggi seperti 5G. Teknologi ini mampu menopang pemantauan secara real-time, otomatisasi, hingga integrasi bersama platform canggih seperti AI, IoT, dan edge computing.

Baca Juga: Telkomsel Hadirkan Paket Bundling CapCut Premium di MyTelkomsel

Secara teknis, perpaduan AI dan IoT membantu perusahaan memahami kondisi operasional secara presisi. Sensor dan perangkat IoT mengumpulkan data lapangan, sementara AI mengolahnya menjadi informasi ringkas yang siap dieksekusi. Jika ditopang konektivitas yang tepat, dampaknya terasa langsung pada efisiensi pemantauan aset, pencegahan gangguan bisnis, optimalisasi proses kerja, hingga peningkatan keselamatan operasional.

Dalam kerja sama ini, CTG bakal memboyong kapabilitas teknologinya untuk mendukung penyediaan solusi AI, IoT, dan layanan ICT. Keunggulan tersebut akan dikombinasikan dengan keandalan jaringan, saluran penjualan, serta pemahaman mendalam Telkomsel terhadap karakter pasar domestik. Keduanya juga menjajaki opsi pengembangan solusi SIM card khusus AI dan IoT, plus dukungan jaringan 5G dan LTE untuk berbagai sektor industri.

"Bagi Telkomsel, transformasi digital tidak sekadar menghadirkan teknologi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi dunia usaha dan industri di tanah air," ungkap VP Enterprise Product Management and Development Telkomsel, Kwok Wai Kiat.

Ia menambahkan bahwa MoU ini merupakan langkah strategis Telkomsel untuk mendorong inovasi berbasis 5G, AI, IoT, dan ICT yang relevan dengan kebutuhan industri lokal. Langkah ini diharapkan mampu memicu peluang pertumbuhan baru sekaligus mengawal fase transformasi digital industri Indonesia berikutnya. Kwok Wai Kiat menegaskan komitmen Telkomsel dalam mendampingi klien korporat mengadopsi inovasi guna menjawab kebutuhan operasional maupun strategis mereka.

Rekam jejak Telkomsel Enterprise dalam penerapan 5G industri telah membuktikan keandalan teknologi tersebut. Di sektor pertambangan, Telkomsel mempelopori 5G underground smart mining pertama di Asia Tenggara bersama Freeport Indonesia untuk operasional jarak jauh, peningkat produktivitas, serta penguatan keselamatan kerja.

Selain itu, Telkomsel turut mendorong implementasi private 5G di kawasan industri Halmahera, smart manufacturing bersama Toyota Indonesia, hingga smart factory mendampingi Pegaunihan Technology Indonesia. Solusi serupa digarap untuk sektor pergudangan dan pelabuhan pintar guna mempercepat arus kerja, meningkatkan akurasi, serta memperketat keamanan di area kerja.

VP Carrier Business China Telecom Global, Lu Faming, menyampaikan bahwa penggabungan keahlian teknologi CTG di bidang AI, IoT, dan ICT dengan kekuatan infrastruktur serta pemahaman pasar milik Telkomsel diharapkan sanggup melahirkan solusi yang presisi, aman, dan berdampak positif bagi efisiensi, produktivitas, serta keselamatan operasional di Indonesia.(*)

Editor : Agus Pramono
telecom 5G ai china telkomsel