SAMPIT – Komitmen Bumitama Gunajaya Agro (BGA Group) dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional mendapat pengakuan.
Melalui program KOLEGA Ekonomi Produktif, perusahaan berhasil meraih Medbun Awards 2026 pada kategori Excellence in CSR for Empowering Community Economic Development.
Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan Bumitama membangun usaha masyarakat yang berkelanjutan melalui pendampingan, peningkatan kapasitas, hingga perluasan akses pasar dan pembiayaan.
CSR Department Head BGA Group, Rizki Munadhil, mengatakan program pemberdayaan yang dijalankan perusahaan tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi berfokus menciptakan pelaku usaha yang mampu berkembang secara mandiri.
Baca Juga: PT BGA Perkuat Sinergi Cegah Karhutla, Gandeng TNI-Polri hingga Warga Desa
“Keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari banyaknya bantuan yang diberikan, tetapi dari kemampuan masyarakat untuk mengembangkan usaha yang mampu bertahan, menciptakan nilai ekonomi, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi komunitas di sekitarnya,” ujarnya, Senin (3/8/2026).
Program KOLEGA atau Kelompok Eksternal Binaan BGA merupakan bagian dari inisiatif Bumitama Berdaya yang dikembangkan untuk menjawab tantangan sosial ekonomi di 114 desa sekitar wilayah operasional perusahaan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.
Berdasarkan pemetaan perusahaan, sekitar 32 persen desa masih membutuhkan penguatan ekonomi masyarakat. Karena itu, program diarahkan untuk membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan kerja, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.
Hingga Mei 2026, KOLEGA Ekonomi Produktif telah mendampingi 41 kelompok usaha yang melibatkan 241 anggota di 29 desa. Kelompok-kelompok tersebut mengembangkan berbagai sektor usaha sesuai potensi daerah masing-masing, mulai dari hortikultura, peternakan, perikanan, pengolahan pangan hingga kerajinan tangan.
Pendampingan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kompetensi melalui Sekolah Desa Berdaya, penguatan tata kelola usaha, penyusunan standar operasional, pengurusan legalitas, hingga memperluas akses pasar dan pembiayaan.
Saat ini seluruh kelompok binaan telah memiliki struktur organisasi. Sebanyak 85 persen kelompok telah menerapkan pencatatan keuangan yang baku, 59 persen telah memiliki standar operasional prosedur (SOP), sementara sebagian besar telah mengantongi legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), PIRT, hingga Sertifikasi Halal.
Produk-produk hasil kelompok binaan juga kini telah dipasarkan lebih luas, tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga masuk ke swalayan regional, berbagai pameran UMKM, hingga dipasarkan di kantor pusat Bumitama di Jakarta.
Selain itu, perusahaan turut membuka akses pembiayaan melalui sejumlah lembaga keuangan seperti Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Permodalan Nasional Madani (PNM). Langkah tersebut dinilai mampu memperkuat keberlanjutan usaha masyarakat sekaligus meningkatkan omzet kelompok binaan dari tahun ke tahun.
Rizki menegaskan, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus menghadirkan program-program pemberdayaan yang berdampak nyata bagi masyarakat.
“Keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari banyaknya bantuan yang diberikan, tetapi dari kemampuan masyarakat untuk mengembangkan usaha yang mampu bertahan, menciptakan nilai ekonomi, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi komunitas di sekitarnya,” tutupnya. (*)
Editor : Agus Pramono