PURUK CAHU– Masyarakat Kabupaten Murung Raya, khususnya Kota Puruk Cahu, kini memiliki tech startup yang melayani pesan antar makanan dan kebutuhan kuliner berbasis digital yang dikembangkan oleh putra daerah.
Startup itu hadir melalui Aplikasi bernama Pesan Acil, untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam berbelanja sekaligus membantu pelaku UMKM memasarkan produk mereka.
Pesan Acil dikembangkan oleh Eko Muhammad Rilo Pembudi bersama rekannya, Bayu Alif Farisqi. Rilo, sapaan akrabnya, mengatakan aplikasi tersebut dibangun berangkat dari kebutuhan masyarakat lokal terhadap layanan digital yang praktis sekaligus dapat memberikan ruang lebih luas bagi pelaku usaha daerah.
"Harapannya, Pesan Acil bisa mempermudah masyarakat Puruk Cahu dalam berbelanja sekaligus membantu para pelaku usaha lokal memperluas pemasaran produk mereka," ujar Rilo saat diwawancarai, Senin (10/8/2026).
Ia menjelaskan, saat ini Pesan Acil telah menyediakan lebih dari 800 pilihan menu dari 200 UMKM kuliner yang ada di Puruk Cahu.
Untuk mendukung proses pengantaran, platform tersebut juga telah memiliki lebih dari 124 kurir aktif yang melayani pesanan masyarakat.
Dari sisi pengguna, aplikasi yang telah tersedia di Play Store dan App Store tersebut telah diunduh oleh lebih dari 8.500 pengguna di Kota Puruk Cahu. Dengan 72,15 persen repeat costumer yang menandakan orang-orang kembali terus menggunakan layanan tersebut.
Rilo menegaskan, kehadiran Pesan Acil tidak semata-mata ditujukan untuk mempermudah transaksi jual beli makanan. Lebih dari itu, pihaknya ingin membangun ekosistem digital yang dapat membantu UMKM lokal berkembang dan menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat
"Pesan Acil bukan hanya soal mempermudah jual beli. Kami ingin UMKM bisa berkembang bersama dan sama-sama sukses melalui ekosistem yang dibangun Pesan Acil," tegasnya.
Saat ini, Pesan Acil juga telah memiliki badan hukum dan berada di bawah naungan PT Aciltech Synergy Ventures. Perkembangan platform tersebut terbilang cukup pesat meski baru mulai beroperasi pada awal 2026.
Rilo mengungkapkan, dalam satu hari Pesan Acil rata-rata melayani sekitar ratusan pesanan. Sementara biaya pengantaran yang dikenakan kepada pelanggan masih relatif terjangkau, dengan tarif mulai dari Rp9.000.
"Pesan Acil baru berjalan pada awal 2026, tetapi sampai sekarang sudah berlangsung 37.508 orderan dengan perputaran uang yang tercatat sudah mencapai sekitar Rp2,37 miliar," ungkapny
Selain telah menggandeng ratusan pedagang kuliner, layanan Pesan Acil saat ini beroperasi di wilayah Murung Raya dan mulai melakukan ekspansi ke Kabupaten Barito Utara.
Rilo berharap perkembangan tersebut dapat terus berlanjut sehingga Pesan Acil nantinya mampu menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah, bahkan berkembang hingga memasuki pasar nasional.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk tidak hanya bergantung pada pelanggan yang datang langsung ke tempat usaha. Melalui platform digital, produk makanan dan minuman dapat dipasarkan kepada konsumen secara lebih luas sehingga berpotensi meningkatkan penjualan.
"Berawal dari kebutuhan masyarakat lokal, Pesan Acil berkembang dengan membangun ekosistem digital yang membantu UMKM daerah menjangkau konsumen lebih luas sekaligus membuka peluang ekonomi bagi driver lokal," pungkas Rilo.(*)
Editor : Ayu Oktaviana