KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Kabar baik datang dari sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng).
Perbaikan PLTU Tanjung Power Indonesia (TPI) Unit 1 di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, kini telah mencapai lebih dari 80 persen.
PLN optimistis pembangkit berkapasitas 100 megawatt (MW) tersebut segera kembali beroperasi dan masuk ke Sistem Interkoneksi Kalimantan.
Kembalinya PLTU TPI Unit 1 diharapkan menambah pasokan listrik sekaligus membantu mengembalikan kondisi sistem kelistrikan Kalselteng dari status defisit menuju siaga.
Perkembangan tersebut diketahui setelah General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) Iwan Soelistijono melakukan inspeksi langsung ke PLTU TPI Unit 1, Minggu (9/8/2026).
Inspeksi yang berlangsung mulai pukul 18.00 WITA hingga selesai itu dilakukan untuk memastikan proses pemulihan pembangkit berjalan sesuai dengan rencana.
Baca Juga: Boiler PLTU TPI Unit 1 Bocor 6 Agustus 2026, PLN Lanjutkan Lagi Pemadaman Bergilir Area Kalselteng
Dalam kunjungan tersebut, Iwan didampingi General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan Riko Ramadhano Budiawan serta Tim Maintenance PLTU TPI.
Berdasarkan hasil pengecekan, progres pekerjaan telah menembus lebih dari 80 persen. Perbaikan pada bagian Boiler Tube Wall telah rampung dan pekerjaan kini berlanjut pada tahap pembersihan ruang boiler.
Pembersihan tersebut menjadi bagian penting sebelum unit pembangkit kembali dinyalakan dan menjalani tahapan selanjutnya hingga siap masuk ke sistem kelistrikan.
Perbaikan Sesuai Timeline
Maintenance Manager PLTU TPI Choi Jin Woo mengatakan, proses penanganan Unit 1 masih berjalan sesuai dengan jadwal atau timeline yang telah ditetapkan.
Pihaknya optimistis seluruh pekerjaan yang tersisa dapat segera diselesaikan sehingga PLTU TPI Unit 1 kembali beroperasi dan memberikan tambahan pasokan listrik ke sistem.
“Progres perbaikan saat ini masih sesuai dengan timeline yang telah ditetapkan. Kami optimistis unit dapat segera beroperasi kembali dan masuk ke sistem,” ujar Choi.
Iwan menilai perkembangan pekerjaan tersebut menunjukkan hasil positif. Dengan progres yang telah mencapai lebih dari 80 persen, PLTU TPI Unit 1 dinilai semakin dekat untuk kembali beroperasi.
Baca Juga: PT SLK Tuntaskan Pemeliharaan PLTU Kalteng-1 Tepat Waktu, Kembali Suplai Listrik ke PLN
Menurutnya, inspeksi langsung diperlukan untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan di lapangan berjalan sesuai rencana sekaligus mengetahui kendala yang masih harus diselesaikan.
“Kami cek langsung untuk mengetahui bagaimana progresnya, dan Alhamdulillah progresnya semakin menanjak. Artinya, sudah semakin dekat untuk bisa dioperasikan kembali,” kata Iwan.
Tambah Pasokan 100 MW
Iwan berharap seluruh tahapan pemulihan dapat berjalan lancar sehingga PLTU TPI Unit 1 segera kembali menyuplai listrik ke Sistem Interkoneksi Kalimantan.
“Kami berharap tahapan selanjutnya dapat berjalan lancar dan unit ini segera kembali memberikan tambahan pasokan bagi sistem kelistrikan Kalselteng,” ujarnya.
PLTU TPI Unit 1 memiliki kapasitas 100 MW. Masuknya kembali pembangkit tersebut ke sistem dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk memperkuat pasokan listrik di wilayah Kalselteng.
Dengan tambahan daya tersebut, PLN berharap kondisi sistem yang saat ini mengalami defisit dapat kembali menuju kondisi siaga. Jika pasokan telah mencukupi, pengaturan beban yang sebelumnya diperlukan diharapkan tidak lagi dilakukan.
PLN Minta Dukungan Masyarakat
PLN juga meminta dukungan dan doa masyarakat agar proses penyelesaian perbaikan PLTU TPI Unit 1 berjalan lancar dan dapat segera dituntaskan.
“Kami mohon dukungan dan doa dari masyarakat agar proses penyelesaian PLTU TPI Unit 1 ini segera selesai. Dengan masuknya kembali unit ini ke sistem, kami berharap pasokan listrik kembali siaga dan manajemen pengaturan beban tidak diperlukan lagi,” kata Iwan.
Baca Juga: Gubernur Kalteng Panggil GM PLN Kalselteng Terkait Pemadaman Listrik
PLN UID Kalselteng bersama PLN UIP3B Kalimantan akan terus memantau perkembangan pekerjaan hingga pembangkit dinyatakan siap dinyalakan dan kembali masuk ke sistem.
Koordinasi dengan manajemen pembangkit serta para pemangku kepentingan terkait juga terus dilakukan.
Perkembangan kondisi kelistrikan akan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan pasokan listrik di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.(*)
Editor : Agus Pramono