PALANGKA RAYA – Suzuki Nex keluaran 2018 dinilai masih menjadi salah satu pilihan menarik bagi pencari motor matic bekas, terutama karena karakter mesinnya yang dikenal bandel, responsif, dan relatif senyap.
Penilaian tersebut datang dari montir yang sehari-hari menangani berbagai jenis sepeda motor.
Yudha, montir Bengkel IMS di Jalan Rajawali Km 6,5 Palangka Raya, menyebut Suzuki Nex keluaran 2018 memiliki suara mesin yang cenderung normal dan tidak terlalu berisik dibandingkan sejumlah motor matic seangkatan.
“Bunyi mesin normal. Enggak seberisik motor matic pada umumnya pada keluaran yang sama,” ujar Yudha, pertengahan Agustus 2026.
Menurutnya, Suzuki Nex generasi tersebut juga memiliki karakter berkendara yang gesit. Mesin dinilai cukup tangguh untuk penggunaan harian, terutama jika pemilik rutin melakukan perawatan.
“Gesit kalau dibawa laju. Bandel pokoknya mesinnya,” ungkapnya.
Baca Juga: Spesifikasi Motor Listrik Nasional Bernama Cakra NX1, Sekali Ces Bisa Jalan 140 Kilometer
Yudha juga menilai Nex keluaran 2018 memiliki sejumlah peningkatan dibandingkan generasi Suzuki sebelumnya, termasuk Suzuki Spin yang lebih dahulu mengisi segmen skutik Suzuki di Indonesia.
Suzuki Nex Generasi Awal, Penerus Spin
Suzuki Nex pertama kali diperkenalkan pada akhir 2011 sebagai skutik mungil yang diposisikan sebagai penerus Suzuki Spin 125. Saat itu, Nex hadir untuk bersaing di segmen motor matic yang sudah diramaikan Honda Beat dan Yamaha Mio.
Desain Nex generasi pertama tampil sederhana dengan dimensi yang relatif mungil. Lampu utama berada pada bagian tebeng, sedangkan lampu sein dibuat terpisah.
Nex generasi pertama yang menggunakan karburator dipasarkan sekitar 2011 hingga 2013. Motor ini mengusung mesin satu silinder empat langkah SOHC dua katup berkapasitas 113 cc dengan sistem karburator dan pendingin udara.
Tenaganya mencapai 9,4 PS pada 8.800 rpm dengan torsi maksimum 8,7 Nm pada 6.500 rpm. Tenaga disalurkan melalui transmisi otomatis CVT.
Dengan bobot sekitar 87 kilogram, Nex dikenal sebagai salah satu skutik yang ringan. Konsumsi bahan bakarnya juga menjadi salah satu daya tarik karena diklaim mampu mencapai sekitar 79,6 kilometer per liter.
Nex FI Hadir pada 2013
Pada 2013, Suzuki memperkenalkan Nex FI sebagai generasi kedua. Perubahan utama terletak pada sistem bahan bakar yang telah menggunakan injeksi, sementara desain keseluruhan masih memiliki kemiripan dengan generasi sebelumnya.
Nex FI menggunakan mesin satu silinder empat langkah SOHC dua katup berkapasitas 113 cc dengan sistem injeksi dan pendingin udara.
Spesifikasi tenaga dan torsinya masih berada di angka sekitar 9,4 PS pada 8.800 rpm dan 8,7 Nm pada 6.500 rpm. Sistem transmisi menggunakan CVT otomatis.
Salah satu keunggulan yang ditawarkan saat itu adalah efisiensi bahan bakar. Suzuki mengklaim konsumsi bahan bakar Nex FI dapat mencapai sekitar 100 kilometer per liter dalam kondisi tertentu.
Nex FI kemudian beredar hingga 2018 sebelum digantikan generasi berikutnya.
Nex II 2018, Desain Berubah Total
Pertengahan 2018 menjadi babak baru bagi Suzuki Nex dengan hadirnya Nex II. Berbeda dengan generasi sebelumnya, Nex II mendapat perubahan desain dan sejumlah pembaruan fitur.
Tampilannya dibuat lebih modern dan sporty dengan garis bodi yang lebih tajam. Lampu utama LED terintegrasi dengan lampu sein, sementara bagian kaki-kaki menggunakan pelek palang lima.
Suzuki juga membekali Nex II dengan sejumlah fitur pendukung, seperti double rack pada bagian dek depan, USB charger, serta easy start system.
Saat pertama kali diperkenalkan, Nex II hadir dalam dua tipe dengan harga sekitar Rp13,95 juta dan Rp14,65 juta pada saat itu.
Untuk sektor mesin, Nex II menggunakan mesin satu silinder empat langkah SOHC dua katup berkapasitas sekitar 113 cc dengan sistem injeksi dan pendingin udara. Tenaga maksimum mencapai sekitar 6,7 kW pada 8.000 rpm, sedangkan torsi maksimum 8,5 Nm pada 6.000 rpm.
Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi otomatis CVT.
Bagi konsumen yang mencari motor matic bekas di bawah tahun 2020, Suzuki Nex 2018 dapat menjadi salah satu opsi yang patut dipertimbangkan. Namun, kondisi setiap unit bekas tetap bergantung pada riwayat pemakaian dan perawatan pemilik sebelumnya.
Karena itu, sebelum membeli, calon pengguna tetap disarankan memeriksa kondisi mesin, CVT, kelistrikan, rangka, serta kelengkapan surat kendaraan. Predikat “bandel” dari sebuah model tidak berarti setiap unit bekas otomatis berada dalam kondisi prima.(*)
Editor : Agus Pramono