Gubernur Agustiar Sabran soal Antrean di SPBU: Tak Ada Kelangkaan BBM, Ini Masalah Harga

rifqi • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:00 WIB
Warga antre BBM di SPBU Tjilik Riwut Km 2. Facebook/Udin Kantoex
Warga antre BBM di SPBU Tjilik Riwut Km 2 beberapa waktu lalu. Facebook/Udin Kantoex

PALANGKA RAYA-Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menegaskan kondisi BBM di Kalteng bukan mengalami kelangkaan. 

Ia menyebut persoalan yang terjadi berkaitan dengan perbedaan harga antara Pertalite dan Pertamax yang cukup signifikan. Hal tersebut disampaikan Agustiar usai mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

Menurut Agustiar, Pemerintah Provinsi Kalteng telah berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk menindaklanjuti persoalan BBM yang dikeluhkan masyarakat. Ia mengaku telah berkomunikasi dengan General Manager (GM) serta manajemen Pertamina di wilayah Kalteng.

Baca Juga: Anggota DPR RI Pertanyakan Kelangkaan BBM di Kalteng: Katanya Kuota Aman, Mengapa Panjang Antrean?

“BBM ini bukan langka. Kami sudah panggil dan telepon GM-nya, kami juga sudah panggil manajer yang ada di Kalimantan Tengah. Ini masalah harga,” ujar Agustiar.

Ia menjelaskan, terdapat selisih harga sekitar Rp6 ribu antara Pertalite dan Pertamax.

Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu persoalan yang perlu diperhatikan dalam distribusi BBM kepada masyarakat.

“Pertalite dengan Pertamax berbeda kurang lebih Rp6 ribuan, nah ini yang menjadi masalah,” katanya.

Baca Juga: Rencana Pemerintah Batasi Subsidi Pertalite untuk Warga Desil 9–10, Ini Cara Cek Statusmu!

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menyampaikan bahwa peningkatan aktivitas pembelian Pertalite terpantau terjadi pada periode tertentu. Pertamina terus melakukan pemantauan dan penguatan pelayanan di SPBU untuk menjaga kelancaran pemenuhan kebutuhan BBM masyarakat.

“Antrean yang terpantau terutama terjadi untuk produk Pertalite pada periode meningkatnya aktivitas dan kebutuhan masyarakat. Sementara untuk Pertamax dan Dexlite, pelayanan berjalan normal. Pertamina terus memonitor kondisi SPBU agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” ujar Edi.

Baca Juga: Komisi XII DPR RI dan Pemkab Lamandau Bahas Pasokan Listrik hingga BBM

Sebagai bagian dari penguatan pasokan, kapal tanker yang membawa suplai BBM dijadwalkan sandar pada hari ini, Kamis (13/8/2026), untuk mendukung kesinambungan penyaluran Pertalite ke wilayah Palangka Raya dan sekitarnya. Pertamina juga terus mengoptimalkan penyaluran dari terminal BBM ke SPBU sesuai kebutuhan dan kondisi operasional di lapangan.

“Kami terus melakukan pemantauan dan pengaturan penyaluran agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal. Kami juga mengimbau masyarakat untuk membeli BBM secara wajar sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pengisian berulang agar pelayanan di SPBU dapat berjalan lebih tertib dan merata,” tambah Edi.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
pertalite agustiar sabran bbm spbu