PALANGKA RAYA-Harga sepeda motor Honda Supra Fit keluaran tahun 2006 ternyata masih mahal. Di Palangka Raya, sepeda motor keluaran Honda itu masih dipatok dengan harga Rp8 juta per unit.
Harga itu diketahui oleh wartawan kaltengpos.jawapos.com saat mendatangi salah satu showroom jual beli motor bekas di Kota Cantik.
"Harganya masih stabil, paling tinggi 8 jutaan,"kata Ucok, karyawan Syahrul Motor, Jalan Tjilik Riwut Km 1,5 Palangka Raya, Rabu (26/8/2026).
Bagaimana kondisi sepeda motor dengan harga Rp8 jutaan? Syahrul menjabarkan, kondisi sepeda motor tentu masih handal mesinnya. Kerangka juga dalam kondisi baik, tidak pernah terlibat kecelakaan.
Lalu, surat menyurat juga masih memenuhi syarat, mulai dari STNK dan BPKB. Tak hanya itu, tampilan luar juga masih bagus.
"Bodi sepeda motor masih orsinil atau asli, dan surat menyurat lengkap,"katanya.
Untuk harga, lanjut Syahrul, sepeda motor Supra Fit memang tak semua dihargai Rp8 juta. Ada juga dibawahnya, mulai dari Rp4 juta, sampai Rp7 juta.
"Semua tergantung kondisi sepeda motornya sendiri,"jelasnya.
Supra Fit 2006 Masih Diburu
Honda Supra Fit merupakan salah satu sepeda motor bebek yang dikenal masyarakat karena konsumsi bahan bakarnya irit dan mesinnya cukup tangguh.
Honda menghentikan produksi Supra Fit di Indonesia sekitar 2009. Meski sudah tidak diproduksi, model lama motor tersebut masih memiliki peminat di pasar sepeda motor bekas.
Honda Supra Fit 2006 juga dikenal memiliki konsumsi bahan bakar yang cukup irit, dengan penggunaan dalam kondisi tertentu dapat mencapai sekitar 50–70 kilometer per liter.
Saat pertama dipasarkan, Honda Supra Fit 2006 dibanderol sekitar Rp10,43 juta hingga Rp11,28 juta per unit.
Dengan harga bekas yang kini masih bisa mencapai Rp8 juta, nilai jual Honda Supra Fit 2006 terbilang tetap kuat. Selisihnya bahkan hanya sekitar Rp3 juta dari harga barunya ketika pertama dipasarkan.
Kondisi kendaraan, kelengkapan surat, keaslian bodi, serta performa mesin menjadi sejumlah faktor yang membuat Honda Supra Fit 2006 masih memiliki nilai jual tinggi di pasar motor bekas Palangka Raya.(*)
Editor : Ayu Oktaviana