PALANGKA RAYA-Mau cari sepeda motor Honda Beat bekas keluaran tahun 2010 di Palangka Raya? Anda harus siap-siap merogok kocek yang lumayan.
Honda Beat karbu disebut memiliki harga jual bekas yang masih cukup stabil. Untuk matic di kelasnya, Honda BeAT karbu bisa dikatakan paling tinggi harga bekasnya.
Baca Juga: Cari Motor Bekas di Palangka Raya: Harga Honda Supra Fit 2006 Masih Mahal, Mesin Dijamin Handal
Di Syahrul Motor, Jalan Tjilik Riwut Km 1,5 Palangka Raya, harganya paling mahal Rp8,5 juta sampai akhir Agustus 2026 ini.
"Beat paling mahal 8,5 juta,"kata Ucok, karyawan Syahrul Motor, kepada kaltengpos.jawapos.com.
Untuk kondisinya bagaimana? Tentu, memiliki performa mesin yang masih bandel, Kondisi sepeda motor dalam kondisi bagus. Mulai dari mesin, bodi, sampai rangka.
"Surat menyurat seperti BPKB dan STNK serta pajak tidak menunggak,"ungkapnya.
Harga di Online
Perkiraan harga pasaran kondisi pajak mati atau apa adanya: Rp5,5 juta sampai Rp6,5 juta. Kondisi mulus, pajak hidup: Rp6,8 juta sampai Rp8 juta.
Baca Juga: 5 Motor Bebek Irit Bensin yang Layak Dipertimbangkan, Ada Honda Revo hingga Supra Fit
Kondisi istimewa atau full original: Rp8 juta sampai Rp9 juta.
Anda dapat memantau penawaran terbaru secara langsung melalui OLX Indonesia untuk wilayah terdekat Anda.
Spesifikasi Teknis Honda BEAT 2010
Munculnya Honda Beat untuk pertama kali sukses mengubah selera pasar otomotif Tanah Air.
Beat Karbu memiliki ciri khas suara starter yang kasar dan dimensi yang lebih kecil. Selama hampir 15 tahun, Beat sudah terjual lebih dari 17 jutaan unit di Indonesia maupun mancanegara.
Skuter ini menjadi andalan masyarakat lintas generasi untuk berbagai aktivitas, terutama di lingkungan perkotaan.
Alasannya karena Beat Karbu menjadi motor matic yang efisien dan memiliki desain ramping dengan bobot yang ringan (hanya 89,3 kg). Beat Karbu mampu bermanuver dengan lincah di tengah kemacetan lalu lintas.
Salah satu kekurangan Honda Beat karbu ini adalah suara starter yang kasar. Saat menyalakan motor, suaranya heboh seperti ada ledakan kecil. Ini karena Beat Karbu belum memakai teknologi ACG Starter yang halus seperti era Beat FI.(*)
Editor : Ayu Oktaviana