Suzuki Thunder 125 Bekas di Palangka Raya Murah Meriah, Ini Alasan Dijuluki Motor Pelangsir

Agus Pramono • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 21:00 WIB
Suzuki Thunder 125, harga dan julukan motor pelangsir.(Facebook)
Suzuki Thunder 125, harga dan julukan motor pelangsir.(Facebook)

PALANGKA RAYA – Suzuki Thunder menjadi salah satu sepeda motor yang cukup mudah ditemui di Kalimantan Tengah, khususnya Palangka Raya. Motor sport lawas tersebut bahkan memiliki julukan unik di tengah masyarakat, yakni “motor pelangsir”.

Julukan tersebut tidak lepas dari kapasitas tangki bahan bakarnya yang tergolong besar. Suzuki Thunder 125 memiliki tangki berkapasitas hingga 15 liter, jauh lebih besar dibandingkan sebagian besar sepeda motor harian pada umumnya.

Baca Juga: Cari Motor Bekas di Palangka Raya: Harga Honda Supra Fit 2006 Masih Mahal, Mesin Dijamin Handal

Ukuran tangki tersebut pula yang membuat Suzuki Thunder kerap dikaitkan dengan aktivitas pembelian dan pengangkutan bahan bakar, terutama ketika terjadi antrean panjang atau kelangkaan BBM.

Di sejumlah wilayah, bahkan pernah muncul kebijakan SPBU yang membatasi pengisian BBM bagi pengguna Suzuki Thunder.

Di Palangka Raya sendiri, harga Suzuki Thunder bekas saat ini terbilang murah. Ucok, karyawan Syahrul Motor di Jalan Tjilik Riwut Km 1,5, mengatakan harga motor tersebut berada di kisaran Rp7 juta untuk unit tertentu.

“Kalau harganya paling mahal Rp7 juta, tapi kami tidak jual,” kata Ucok.

Tangki 15 Liter Jadi Ciri Khas

Suzuki Thunder 125 pertama kali diluncurkan di Indonesia pada akhir 2004 dan produksinya dihentikan pada 2015.

Baca Juga: 5 Motor Bebek Irit Bensin yang Layak Dipertimbangkan, Ada Honda Revo hingga Supra Fit

Salah satu karakter yang paling menonjol dari motor tersebut adalah kapasitas tangki bahan bakarnya. Suzuki merancang Thunder sebagai motor sport yang dapat digunakan untuk perjalanan jarak jauh sehingga dibekali tangki berukuran besar.

Di Indonesia, Suzuki Thunder hadir dalam varian 125 cc dan 250 cc. Keduanya dikenal memiliki kapasitas tangki hingga sekitar 15 liter.

Kapasitas tersebut membuat pengendara dapat membawa bahan bakar lebih banyak dalam sekali pengisian. Namun, di sisi lain, ukuran tangki yang besar juga menjadi alasan motor ini mendapat perhatian khusus ketika terjadi antrean BBM.

Suzuki Thunder 125, dijuluki motor pelangsir.(Facebook)
Suzuki Thunder 125, dijuluki motor pelangsir.(Facebook)

Pengisian dalam jumlah besar membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan kendaraan dengan tangki berkapasitas kecil. Kondisi tersebut berpotensi membuat antrean di SPBU semakin panjang, terutama ketika pasokan BBM sedang terbatas.

Konsumsi BBM Tergolong Irit

Meski memiliki tangki besar, Suzuki Thunder 125 dikenal memiliki konsumsi bahan bakar yang cukup irit untuk ukuran motor sport.

Baca Juga: Mau Cari Honda Beat Bekas Tahun 2010 di Palangka Raya, Siapkan Uang Segini

Dengan sistem karburator vakum, konsumsi bahan bakarnya diklaim dapat mencapai sekitar 45 kilometer per liter dalam kondisi tertentu.

Pengujian yang pernah dilakukan juga mencatat konsumsi sekitar 43 kilometer per liter pada kondisi jalan campuran. Sementara kecepatan maksimumnya berada di kisaran 100 kilometer per jam.

Dengan kapasitas tangki 15 liter, secara teoritis jarak tempuhnya dapat mencapai ratusan kilometer sebelum kembali melakukan pengisian bahan bakar, tergantung kondisi jalan, gaya berkendara, dan kondisi mesin.

Dari sisi dimensi, Suzuki Thunder 125 memiliki panjang sekitar 1.945 milimeter, lebar 735 milimeter, dan tinggi 1.110 milimeter. Bobot kosongnya sekitar 130 kilogram.

Posisi berkendaranya dirancang untuk menunjang perjalanan jarak jauh. Setang yang lebar dan tinggi, jok yang relatif empuk, serta posisi pijakan kaki yang lebih maju membuat posisi berkendara cukup santai.

Baca Juga: Yamaha Mio 2008 di Palangka Raya Dibanderol Rp5,5 Jutaan, Bisa Jadi Pilihan Motor Murah tanpa Kredit

Karakter tersebut menjadi salah satu alasan Thunder tetap memiliki penggemar meskipun produksinya telah dihentikan lebih dari satu dekade lalu.

Namun, ukuran tangki yang menjadi keunggulan untuk perjalanan jauh justru melahirkan julukan lain di tengah masyarakat.

Ketika antrean BBM mengular atau pasokan bahan bakar sulit diperoleh, keberadaan Suzuki Thunder dengan tangki besar sering menjadi perhatian. Dari sinilah istilah “motor pelangsir” melekat pada motor sport lawas tersebut.

Dengan harga bekas yang relatif terjangkau, mesin 125 cc, konsumsi bahan bakar yang tergolong irit, serta tangki 15 liter, Suzuki Thunder hingga kini masih menarik perhatian sebagai salah satu motor lawas yang memiliki karakter berbeda dibandingkan motor harian modern.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
motor bekas palangka raya motor pelangsir Suzuki Thunder 125