Mio Sporty 5TL 2008 Mulai Diburu Kolektor, Segini Harga Unit Pasaran di Sampit 

Agus Pramono • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 20:30 WIB
Harga Mio Sporty 5TL 2008 di Sampit. (Miftah/kaltengpos.jawapos.com)
Harga Mio Sporty 5TL 2008 di Sampit. (Miftah/kaltengpos.jawapos.com)

SAMPIT – Yamaha Mio Sporty 5TL keluaran 2005 kini tidak lagi sekadar dipandang sebagai skuter matik lawas untuk kendaraan harian. 

Di kalangan penghobi otomotif, motor ini mulai memiliki pasar tersendiri, bahkan sejumlah unit dengan kondisi dan spesifikasi tertentu ditawarkan hingga puluhan juta rupiah.

Baca Juga: 5 Motor Bebek Irit Bensin yang Layak Dipertimbangkan, Ada Honda Revo hingga Supra Fit

Salah seorang peminat Mio Sporty di Sampit, Jimmy, mengatakan lonjalan minat terhadap motor jenis itu terasa dalam satu hingga dua tahun terakhir. 

Sementara di Pulau Jawa, tren mengoleksi dan memodifikasi Mio lawas disebut sudah berlangsung lebih dulu.

Menurutnya, pasar Mio Sporty lawas sempat ramai sekitar setahun lalu. Namun, transaksi kini cenderung melambat karena pembelinya lebih spesifik, yakni penghobi dan kolektor.

“Sekarang orang-orang tertentu yang beli, kayak kolektor-kolektor gitu. Putarannya bagus di sana,” katanya kepada Kaltengpos.jawapos.com, Sabtu (5/9/2026)

Meski barang lama, bukan berarti Mio Sporty lawas sudah sulit ditemukan. Di marketplace, khususnya Facebook Marketplace wilayah Kotim, Jimmy menyebut masih banyak unit yang ditawarkan dengan harga beragam.

Baca Juga: Cari Motor Bekas di Palangka Raya: Harga Honda Supra Fit 2006 Masih Mahal, Mesin Dijamin Handal

Bahkan, menurut Jimmy, terdapat unit yang dibanderol dengan harga cukup tinggi, tergantung kondisi, kelengkapan, orisinalitas dan modifikasi yang dilakukan.

“Kalau yang standar-standar tuh banyak di marketplace. Ada yang Rp8 juta, ada yang Rp5 juta, ada yang Rp13 juta, ada yang Rp20 juta kalau yang spek-spek kontes,” katanya.

Menariknya, bagi penghobi seperti Jimmy, motor yang kondisinya sudah rusak bukan berarti tidak memiliki nilai. Unit tersebut masih dapat dijadikan bahan restorasi.

Ia sendiri mengaku membeli Mio Sporty dalam kondisi bahan dengan harga Rp2,5 juta. Setelah itu, motor tersebut direstorasi sekaligus dimodifikasi sesuai seleranya.

“Cuman kan aku restorasi, selain aku restorasi aku modif juga. Kayak misalnya kayak baut titanium, variasi-variasi part-part-nya aku ubah ke variasi lah,” sambungnya.

Menurutnya, perbedaan harga yang cukup jauh menunjukkan bahwa nilai Mio Sporty lawas sangat tergantung pada siapa pemiliknya dan bagaimana motor tersebut dirawat maupun dibangun.

Baca Juga: Mau Cari Honda Beat Bekas Tahun 2010 di Palangka Raya, Siapkan Uang Segini

Selain mengejar tampilan, sebagian penghobi Mio Sporty juga melakukan modifikasi pada sektor mesin. Salah satu yang umum dilakukan adalah bore-up, yaitu memperbesar kapasitas silinder agar performa mesin meningkat.

“Performanya kebanyakan kalau Mio nih dibore-up. Mio tuh kan boros (bensin), nah jadi sekalian aja dibore-up. Karena sama aja borosnya kayak gitu nah,” ujarnya.

Ia sendiri sempat menggunakan motor yang sudah mengalami peningkatan spesifikasi mesin. Namun, karena tidak terlalu memahami perawatan mesin modifikasi, ia memilih mengembalikannya ke kondisi standar.

Baginya, untuk pemakaian sehari-hari, Mio dengan mesin standar justru lebih nyaman.

“Kalau performanya dipakai untuk harian nyaman,” bebernya. 

Bagi Jummy, daya tarik Mio Sporty tidak harus selalu dikaitkan dengan performa mesin. Modifikasi tampilan juga menjadi bagian dari kesenangan penghobi.

“Selain modif mesin tuh biasanya modif look-nya jua. Kalau kayak aku kan look-nya aja. Jadi tampilan aja yang ku-modif,” katanya.

Baca Juga: Suzuki Thunder 125 Bekas di Palangka Raya Murah Meriah, Ini Alasan Dijuluki Motor Pelangsir

Menurutnya, hal tersebut membuat setiap unit Mio lawas bisa memiliki karakter berbeda, meski berasal dari model yang sama.

Sementara bagi penghobi yang memilih meningkatkan performa mesin, konsekuensi yang harus diperhatikan adalah konsumsi bahan bakar dan perawatan.

Spesifikasi Mio Sporty 5TL

Secara teknis, Mio Sporty generasi ini mengusung mesin 4-tak SOHC dua katup satu silinder berpendingin udara dengan kapasitas 113,7 cc. Diameter silinder 50 mm dengan langkah piston 57,9 mm dan rasio kompresi 8,8:1. Data manual servis Yamaha juga mencantumkan sistem starter elektrik dan kick starter serta kapasitas tangki bahan bakar 3,7 liter. 

Mesin tersebut menggunakan karburator Keihin NCV24, pengapian DC-CDI, pelumasan wet sump dan transmisi V-Belt otomatis. Daya maksimum tercatat sekitar 8,9 PS pada 8.000 rpm, sedangkan torsi maksimum mencapai 7,84 Nm pada 7.000 rpm. 

Baca Juga: Yamaha Mio 2008 di Palangka Raya Dibanderol Rp5,5 Jutaan, Bisa Jadi Pilihan Motor Murah tanpa Kredit

Dari sisi dimensi, Mio Sporty memiliki panjang 1.820 mm, lebar 675 mm, tinggi 1.050 mm, jarak sumbu roda 1.240 mm dan tinggi jok 745 mm. Sementara bobot kosong yang tercantum dalam sejumlah referensi berada di kisaran 87 kilogram, dengan kapasitas tangki 3,7 liter.

Untuk kaki-kaki, motor ini menggunakan suspensi teleskopik di bagian depan dan suspensi belakang model swingarm dengan satu peredam kejut pada data spesifikasi yang ditemukan. Ukuran ban standar adalah 70/90-14 di depan dan 80/90-14 di belakang. 

Baca Juga: Perbedaan Honda Revo Fit vs Revo X, Harga, Spesifikasi dan Mesin, Kamu Pilih Mana?

Sistem pengereman menggunakan cakram hidraulis di depan dan tromol di belakang. Kode 5TL juga tercatat pada dokumen katalog dan manual servis Yamaha Mio generasi awal. 

Di Sampit, Mio tersebut dijual untuk keperluan hobi. Sehingha harganya bergantung pada kualitas, modifikasi hingga performa. 

“Biasanya untuk motor hobi itu. Tergantung kualitas. Kalau saya kalau bagus bisa Rp10 juta,” ungkap Sony, seorang penjual motor bekas di Sampit. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
motor bebek motor bekas palangka raya mio sporty Yamaha Mio