KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-- Mulai hari ini, Selasa (22/9/2026) sampai Minggu (27/9/2026) Garuda Indonesia memutuskan tidak melakukan penerbangan ke Palangka Raya. Kondisi kabut asap yang semakin tebal menjadi penyebab utamanya.
"Garuda Indonesia melakukan penyesuaian sementara operasional penerbangan dari dan menuju Palangka Raya pada periode 22 s.d. 27 September 2026, dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi kabut asap dan jarak pandang (visibility) di Bandara Tjilik Riwut," kata Corporate Communications Division Head, Dicky Irchamsyah menjawab pertanyaan kaltengpos.jawapos.com.
Sebelumny kondisi jarak pandang yang dinamis, diakui Dicky juga telah memengaruhi operasional sejumlah penerbangan menuju Palangka Raya sejak 16 September 2026.
Baca Juga: Kabut Asap Kembali Ganggu Penerbangan di Sampit, Dua Maskapai Batal Berangkat
Penyesuaian operasional tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi jarak pandang serta pemenuhan parameter operasional penerbangan yang berlaku, mengacu pada operasional minimal dengan mempertimbangkan prosedur penerbangan, fasilitas navigasi, kondisi bandara, serta karakteristik operasional pesawat.
"Dalam kondisi operasional tertentu di Palangka Raya, kebutuhan visibility berada pada kisaran 1.500 meter, dengan tetap mengikuti ketentuan operasional yang berlaku pada saat penerbangan dilaksanakan. Keselamatan dan keamanan penerbangan senantiasa menjadi pertimbangan utama Garuda Indonesia dalam setiap keputusan operasional," kata Dicky
Terhadap penumpang yang telah memiliki reservasi penerbangan dari dan menuju Palangka Raya pada periode 22–27 September 2026, Garuda Indonesia memberikan fleksibilitas berupa pilihan pengembalian dana secara penuh (refund) atau perubahan jadwal penerbangan ke periode berikutnya, menyesuaikan dengan ketersediaan kursi dan kondisi operasional. Proses tersebut dapat dilakukan melalui kanal pembelian tiket masing-masing.
Sepanjang periode terjadinya kabut asap pada Juli, Agustus, dan September 2026, dinamika kondisi jarak pandang di Palangka Raya dalam beberapa kesempatan menyebabkan Garuda Indonesia melakukan penyesuaian operasional. Termasuk pengalihan penerbangan ke Bandara Banjarmasin maupun Balikpapan, atau kembali ke bandara keberangkatan (return to base), sebagai bagian dari prosedur operasional penerbangan apabila kondisi di bandara tujuan belum memenuhi parameter yang dipersyaratkan.
Baca Juga: Kabut Asap Belum Reda, Kepala BNPB dan Menhut Putuskan Berkantor Sementara di Kalteng
Terkait dampak finansial dari penyesuaian tersebut, Garuda Indonesia belum dapat menyampaikan nilai secara spesifik karena dampak dari setiap penyesuaian dapat berbeda, bergantung pada kondisi masing-masing penerbangan.
"Namun demikian, setiap keputusan operasional Garuda Indonesia tetap didasarkan pada aspek keselamatan, keamanan, serta pemenuhan ketentuan operasional penerbangan," ujarnya.
Garuda Indonesia akan terus melakukan evaluasi terhadap perkembangan kondisi jarak pandang dan kesiapan operasional di Bandara Tjilik Riwut.
" Apabila kondisi telah memungkinkan dan seluruh parameter operasional telah terpenuhi, Garuda Indonesia akan menyesuaikan kembali operasional penerbangan dari dan menuju Palangka Raya setelah 27 September 2026," ujar Dicky.
Baca Juga: Menhut Cabut Lima Perusahaan di Kalimantan Akibat Karhutla, Ini Daftar Nama dan Luas Konsesinya
Informasi lebih lanjut mengenai jadwal penerbangan akan disampaikan kepada penumpang melalui kanal komunikasi resmi Garuda Indonesia.
Penumpang yang akan melakukan perjalanan dari dan menuju Palangka Raya dapat memastikan kembali jadwal penerbangannya melalui WhatsApp Service Garuda Indonesia Palangkaraya 0811 562 8000, Contact Center Garuda Indonesia di 0804 1 807 807 dan 021-23519999, kanal media sosial resmi Garuda Indonesia, serta www.garuda-indonesia.com. (SMA)
Editor : Ayu Oktaviana