Harga Ikan di Palangka Raya: Haruan, Papuyu, dan Nila Melonjak, Hanya Patin yang Masih Normal

Fatih • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 11:30 WIB
Harga ikan di Pasar Besar mengalami kenaikan.(Fatih/kaltengpos.jawapos.com).
Harga ikan di Pasar Besar mengalami kenaikan.(Fatih/kaltengpos.jawapos.com).

PALANGKA RAYA- Musim kemarau yang disertai kabut asap membuat harga sejumlah ikan sungai di Pasar Besar Palangka Raya merangkak naik. 

Pantauan pada Rabu (30/9/2026) menunjukkan kenaikan terjadi pada ikan haruan, papuyu, hingga nila. Sementara harga ikan patin bertahan. Kenaikan ini dipicu oleh air sungai surut saat kemarau.
 
Siti Ambut, pedagang ikan sungai mengatakan harga haruan kini mencapai Rp40 ribu per kilogram. Sebelum kemarau, ikan yang juga dikenal sebagai ikan gabus itu dijual Rp25 ribu per kilogram. Artinya, naik sekitar 60 persen.
 
Kenaikan juga terjadi pada papuyu. Menurut Siti, harga ikan tersebut semula Rp40 ribu per kilogram, kini berada di kisaran Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram. 

"Susah mencarinya pas kabut kemarau ini, airnya surut, makanya naik harga," ujarnya.
 
Pedagang asal Banjarmasin itu menjelaskan, ikan yang ia jual tidak ditangkap sendiri, melainkan dibeli dari orang lain. 
Meski harga naik, ia menyebut kabut asap tidak berpengaruh terhadap jumlah pembeli yang datang ke lapaknya.
 
Senada disampaikan Nur Hidayah, pedagang yang baru sekitar sebulan berjualan di Pasar Besar.

Dia menyebut harga nila naik dari sekitar Rp45 ribu menjadi Rp65 ribu per kilogram. Selisihnya Rp20 ribu per kilogram, atau naik sekitar 44 persen.
 
Lain halnya yang terjadi dengan harga ikan patin yang dijual Nur Hidayah ini tidak terpengaruh saat kemarau. Harganya tetap Rp35 ribu per kilogram. 

Ia mengaku mendapat pasokan ikan dari orang yang memiliki tambak ikan.  

"Patin yang dipasok dari tambak tetap dijual Rp35 ribu per kilogram, sementara harga haruan, papuyu, dan nila naik,"ungkapnya.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
kabut asap pedagang ikan