Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Mengenal Rony Teguh: Inovator Teknologi Kebanggaan Dayak

Administrator • Senin, 23 Juni 2025 | 16:04 WIB
SOSOK INSPIRATIF: Dosen UPR Rony Teguh saat berbincang di Podcast Ruang Redaksi, Kamis (19/6). FOTO: ARIEF PRATHAMA/KALTENG POS
SOSOK INSPIRATIF: Dosen UPR Rony Teguh saat berbincang di Podcast Ruang Redaksi, Kamis (19/6). FOTO: ARIEF PRATHAMA/KALTENG POS
Di tengah hiruk pikuk isu integritas akademik, nama Rony Teguh mencuat sebagai sosok yang tak hanya berani bersuara lantang, namun juga telah menorehkan jejak gemilang dalam dunia teknologi dan pendidikan. Lahir di Kuala Kapuas pada 24 Juni 1976, pakar teknologi informasi ini bukan sekadar akademisi, melainkan seorang visioner yang telah lama mendedikasikan ilmunya untuk kemajuan Kalteng bahkan hingga kancah internasional.

DHEA UMILATI, Palangka Raya

SIAPA sangka, di balik gelar doktor dari Hokkaido University, Jepang, serta segudang inovasi yang ia hasilkan, Rony Teguh mengawali perjalanannya dengan cita-cita yang berbeda. “Orang tua saya bilang, masa depan itu ada di teknologi komputer. Padahal waktu itu komputer masih langka, hanya di kantor dan bank,” kata Rony Teguh saat berbincang di Podcast Ruang Redaksi, Kamis (19/6).

Nasihat bijak sang orang tua menjadi kompas yang mengarahkan langkahnya dari keinginan masuk Fakultas Hukum, menuju dunia teknologi informasi yang kala itu masih dipandang asing.

Ia pun menempuh pendidikan S1 di STIMIK Akakom Yogyakarta (kini Universitas Teknologi Digital Indonesia – UTDI) jurusan Teknik Informatika, lalu melanjutkan ke Magister Teknologi Informasi di Universitas Gadjah Mada (UGM). Hanya dua bulan setelah lulus S1, pintu UGM terbuka lebar, dan ia menyelesaikan studi S2 dalam waktu singkat.

Pulang ke Palangka Raya, Rony tidak langsung menduduki kursi dosen. Semangat inovasinya membuncah dengan mendirikan PT BerneoNet, salah satu penyedia layanan internet lokal pertama di Kalimantan Tengah. "Waktu itu belum ada fiber optik, belum ada internet cepat. Kami kerjakan sendiri dengan teman-teman alumni Jogja, Bandung, dan Jakarta,” tuturnya, mengenang masa-masa revolusioner awal 2000-an dengan teknologi gelombang radio 5,5 GHz.

Kiprahnya di dunia pendidikan dimulai saat Universitas Palangka Raya (UPR) membuka jurusan Teknik Informatika. Berbekal gelar magister dan pengalaman lapangan yang kaya, Rony menjadi dosen pertama yang turut membangun infrastruktur IT kampus dari nol. “Kita bangun jaringan wireless di tujuh fakultas, lalu sambungkan dengan jaringan antar kampus se-Indonesia melalui hibah Inherent dari Kementerian,” jelasnya.

Dari tahun 2006 hingga 2020, Rony Teguh memegang berbagai peran strategis di UPR, mulai dari Kepala Divisi Teknologi Informasi UPT Puskom, Ketua Jurusan Teknik Informatika, hingga Koordinator Sub-Node Network untuk distribusi data kebakaran hutan bersama LANDGATE (Australia) INHERENT-UPR, dan akhirnya dipercaya sebagai Kepala UPT TIK.

Tak hanya di lingkungan akademik, kontribusinya meluas sebagai konsultan di berbagai institusi penting. Ia menjadi Konsultan Independent Forest Foresight untuk WWF-Indonesia (2019-2023) serta Konsultan Teknologi Informasi Rekam Pajak Online untuk Badan Pendapatan dan Retribusi Daerah Kota Palangka Raya (2020-2022). Inovasinya dalam sistem perpajakan berlanjut dengan perannya sebagai Konsultan Pengembang I-TAX (Pajak Real Time) untuk Bank Kalteng (2020-2022) dan Bapenda di beberapa kabupaten di Kalimantan Tengah, seperti Gunung Mas, Kapuas, dan Katingan pada tahun 2022.



Kepakarannya juga terbukti dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), isu krusial di Kalimantan Tengah. Rony terlibat aktif dalam pengembangan sistem aplikasi pemantau hutan dan non-hutan dengan teknologi machine learning untuk WWF-KPH17 (2020), WWF-Taman Nasional Sebangau (2020), dan WWF-PT Mentaya Rimba Makmur (2021). Ia bahkan merupakan pemegang hak cipta 6 produk sistem IoT untuk kebencanaan kebakaran hutan dan hidrologi (2018-2020).

Perjalanan akademik Rony terus berlanjut hingga ke Jepang, di mana ia meraih beasiswa doktoral (Ph.D) melalui kerja sama UPR dan universitas di Jepang dalam proyek pengendalian karbon dan kebakaran hutan. Fokus risetnya yang revolusioner adalah mengembangkan teknologi drone (UIV) dan jaringan sensor (wireless sensor network) untuk mendeteksi kebakaran hutan sedini mungkin—sebuah kemampuan yang jauh melampaui satelit pada masanya.

“Satelit itu butuh 16 hari sekali untuk merekam wilayah tertentu. Kalau pakai drone dan sensor, kita bisa deteksi potensi kebakaran secara real-time,” papar Rony, yang menggunakan pesawat tanpa awak serupa dengan milik tim riset pasca-bencana nuklir Fukushima. Di Jepang pula, ia memperkenalkan sistem komunikasi pintar berbasis drone yang mampu mengirim data suhu, visual, dan potensi bahaya dari udara langsung ke pusat monitoring, menjadi cikal bakal sistem deteksi dini kebakaran yang kini banyak diadopsi.

Sebagai seorang ahli, Rony Teguh kerap menjadi pembicara dalam berbagai seminar, termasuk tentang peningkatan pajak daerah berbasis teknologi I-TAX bersama KPK RI (2022) dan pengembangan Palangka Raya SuperApp (2023). Pengalaman internasionalnya meliputi kursus E-learning di Jepang (2009), studi S3 di Hokkaido University (2010-2015), serta kunjungan riset ke Melbourne University, Australia (2017).

Atas dedikasinya, berbagai penghargaan telah diraihnya, termasuk "Karya Pengembangan Sistem Intelligent Tax" dari Walikota Palangka Raya (2020) dan "Best Presentation" pada seminar Japan Society for Simulation Technology di Jepang (2013). Ia juga diakui sebagai pengembang Intelligent Tax untuk perekaman pajak rumah makan di Palangka Raya dan sistem online I-TAX untuk Bank Kalteng.

Kini, Rony Teguh bukan hanya dikenal sebagai akademisi dan peneliti, tapi juga simbol integritas dan kemajuan dari tanah Dayak. Ketegasannya dalam mengawal isu akademik, khususnya soal dugaan ijazah palsu, makin menguatkan citranya sebagai tokoh yang tak hanya cerdas, tetapi juga berani membela kebenaran. “Bagi saya, ilmu itu harus jujur. Kalau dasar akademiknya saja palsu, bagaimana dia bisa dipercaya membangun bangsa?” tutupnya dengan tegas.

Rony Teguh, yang saat ini berdomisili di Palangka Raya bersama istrinya, dr. Valencia Wilentine, dan kedua putra mereka, Kevin Rafhael Hajime dan Samuel Andrew Shinji, terus berkontribusi. Dedikasinya yang berkelanjutan menjadikannya salah satu tokoh penting dalam kemajuan teknologi dan pendidikan di Kalimantan Tengah, sebuah inspirasi dari Bumi Tambun Bungai. (*/ala) Editor : Administrator
#Rony Teguh #Kebanggaan Dayak #Dosen UPR #Inovator Teknologi #Jaga Integritas Akademik