PALANGKA RAYA-Dua seniman asing, Job dari Belanda dan Magdalena dari Republik Ceko, tampak menikmati segelas baram, minuman tradisional fermentasi khas Dayak, saat menghadiri acara Pulang / Ke Dapur di Huma Inay, Sabtu (2/8/2025).
Mereka tengah berada di Indonesia dalam rangka tur pertunjukan keliling ke tiga kota: Yogyakarta, Palangka Raya, dan Papua.
Selain tampil, keduanya juga menyempatkan diri untuk mengunjungi teman lama yang tinggal di Palangka Raya.
Bertempat di Huma Inay, keduanya larut dalam suasana hangat penuh budaya lokal. Job tampak mengangkat gelas kecil bertuliskan “UFO” dengan senyum penasaran, sementara Magdalena tampak senang mencicipi baram sambil duduk santai di matras hijau berlatar dinding bata merah.
Magdalena menjelaskan ini pertama kali mereka mencoba minuman tradisional khas dayak ini. Rasanya menyegarkan, agak asam dan pahit tapi dia menyukainya, rasanya mirip cuka. Untuk bau alkoholnya sangat pekat dan dia memberikan rating (7/10/2025).
"Its refreshing, its a bit sour and bitter but i like it, Vinegars. The smells thick liquor and I will give 7," ucapnya.
Di sisi lain, Job mendeskripsikannya dengan berbeda yang mana minuman ini menyegarkan, tidak terlalu beralkohol dan tidak terlalu manis, manisnya pas dan dia menyukainya. Baunya seperti lemon sangat segar dan menyegarkan.
"Its fresh, its not too alcoholic and not too sweet, nicely sweet, the smell like lemonade, fresh and refreshing drink. I will give 8.5,” tuturnya.
Kehadiran Job dan Magdalena menambah nuansa lintas budaya dalam Teman Festival, yang tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni dan sajian kuliner, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan dan pertukaran pengalaman dari berbagai latar belakang.
Penyajian baram sebagai bagian dari pertunjukan Pulang / Ke Dapur tak hanya memperkenalkan kekayaan kuliner lokal, tetapi juga menjadi medium cerita yang mengikat antarbudaya.
Dari dapur sederhana di Palangka Raya, budaya Dayak pun menemukan jalannya untuk diapresiasi oleh dunia. (*rif/ram)
Editor : Agus Pramono