Kabupaten Lamandau kembali kedatangan tamu istimewa, kali ini seorang KH Muhammad Zhofaruddin, atau yang biasa dikenal dengan guru Udin, asal Samarinda, Kalimantan Timur. Kunjungan ini merupakan kali kedua bagi Guru Udin, menginjak kaki di Bumi Bahaum Bakuba ini.
RUSLAN, Nanga Bulik
GURU Udin bukanlah orang sembarangan, ia dikenal sebagai murid dari Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani, atau Guru Sekumpul salah satu ulama karismatik dan dihormati di Indonesia asal Kalimantan Selatan.
Kedatangan guru udin di Lamandau kali ini merupakan undangan dari Rizky Aditya Putra, yang saat ini menjabat sebagai Bupati Kabupaten Lamandau.
Bagi Rizky, guru Udin adalah guru spiritualnya, yang juga turut berperan membawa dirinya sebagai sebagai orang nomor satu di Kabupaten Lamandau. Bahkan Guru Udin orang pertama yang mendukung pencalonan Rizky Aditya Putra sebagai Bupati Lamandau.
“Beliau (guru Udin) adalah orang yang mendorong saya maju sebagai Bupati Lamandau, padahal saat itu saya menetap di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) bahkan masih menjabat sebagai Anggota DPRD Kobar,” kata Rizky Aditya Putra, menceritakan kepada Kalteng Pos.
Rizky, menceritakan awal dirinya sebelum menjadi Bupati Lamandau. Saat itu tahun 2024 dilaksanakan Pemilihan Legislatif (Pileg), dirinya datang menemui guru Udin, dengan maksud untuk memohon doa restu untuk maju sebagai calon Anggota DPR RI dapil Kalimantan Tengah.
“Kebiasan kami saat hendak mengambil keputusan besar, selalu minta restu kepada ulama, kebetulan kami juga pecinta guru sekumpul, maka kami berkunjung ke murid beliau yaitu guru Udin. Setelah meminta restu dari kedua orang tua, saya kemudian meminta restu ke guru Udin sebagai calon anggota DPR RI,” jelasnya.
Menariknya, dari kunjungan silaturahmi saat itu, guru Udin secara spontan menyebutkan bahwa Rizky lebih pantas maju sebagai Kepala Daerah daripada mencalonkan diri sebagai Anggota DPR RI. “Ikam ni ku lihat jadi Wakil atau Bupati,”
artinya “(kamu ini kalau ku lihat jadi Wakil atau Bupati),” kata Rizky menirukan guru Udin dengan logat bahasa daerah khas Samarinda.
Namun saat ini Rizky tidak terlalu menanggapi pernyataan dari guru Udin, sebab saat itu dia sudah mendaftarkan diri sebagai calon Anggota DPR RI dapil Kalteng.
Alasan lain yang membuat Rizky tidak menanggapi pernyataan guru Udin, karena dirinya masih belum tertarik untuk jadi Bupati Kobar.
“Jujur saja saat itu saya memang masuk di bursa Pilkada Kobar sebagai salah satu calon Wakil Bupati, karena kebetulan saya menjabat sebagai Anggota DPRD Kobar dan menjadi Ketua DPC Partai Gerindra Kobar,” kata Rizky.
Namun takdir berkata lain, Rizky yang gagal terpilih pada Pileg, kembali mencoba peruntungan di Pemilihan Kepala Daerah+Pilkada), bukan si Kobar, melainkan di Kabupaten Lamandau, yang merupakan tanah kelahiran dari kakeknya.
“Saya juga tidak menyangka, banyak dukungan datang justru bukan dari Kabupaten Kotawaringin Barat yang menjadi tempat pengabdian saya saat ini, melainkan dari Kabupaten Lamandau yang menjadi tanah kelahiran saya, mungkin inilah jalan Allah agar saya bisa berbuat di tempat kelahiran saya,” tukasnya.
Seiring berjalannya waktu, proses Pilkada pun selesai, dan Rizky Aditya Putra terpilih sebagai Bupati Lamandau berpasangan dengan Abdul Hamid.
“Sejak saat itu saya percaya bahwa karomah guru Udin sangat luar biasa, meskipun saya tidak menanggapi tapi takdir kita telah menentukan hingga saya terpilih menjadi Bupati saat ini,” imbuhnya.
Begitu pula dengan Guru Udin, ia menganggap Bupati Lamandau, sebagai sosok yang dekat dan mencintai ulama, sehingga keberkahan selalu menghampirinya. Dia percaya bahwa Rizky Aditya Putra mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggungjawab.
“Pak Bupati ini masih muda, saya yakin beliau mampu memimpin Kabupaten Lamandau untuk lebih baik lagi, bahkan kalo perlu dua periode,” kata guru Udin, disela-sela kegiatannya saat mengisi ceramah di Lamandau.
Dalam kesempatan tersebut, Guru Udin juga turut mendoakan masyarakat Lamandau agar senantiasa diberikan keberkahan.
“Saya doakan mudah-mudahan masyarakat Lamandau diberikan keberkahan Allah SWT, dan Daerah Kabupaten Lamandau juga semakin maju dan sejahtera, bangsa Indonesia damai,” pungkasnya. (*/ala)