JAGAT hiburan tanah air tengah ramai membicarakan salah satu game simulasi roleplay.
Game bernama Roblox memang sedang digandrungi berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Dalam game tersebut, pemain bisa berinteraksi dengan pemain lain sekaligus merasakan sensasi jalan-jalan virtual di berbagai wilayah.
Hal yang sama juga terasa di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Baru-baru ini, netizen dihebohkan dengan kehadiran video Map Kota Sampit di dalam game tersebut.
Video itu diunggah akun TikTok @tetapteguh08dan langsung diserbu para pengguna Roblox.
Mereka bisa menjajal aktivitas virtual mulai dari pesta, nongkrong, wisata susur sungai, hingga berkenalan dengan pemain lain.
Teguh Putra Pamungkas adalah sosok di balik pembuatan Map Kota Sampit di Roblox
Ia mengaku awalnya membuat map itu karena seorang temannya asal Sampit yang tengah merantau merindukan kampung halaman.
Dari situlah muncul ide untuk menghadirkan nuansa Sampit secara virtual. Teguh pun membagikan proses pembuatan map lewat video di media sosial.
Tak disangka, unggahan tersebut ditonton ratusan ribu kali.
“Awalnya ada teman dari Sampit yang sedang kuliah di Banjarmasin. Waktu itu dia bilang kangen melihat Sampit. Akhirnya saya terinspirasi membuat Map di Roblox. Kebetulan game itu lagi rame sekarang,” ujarnya kepada Kalteng Pos, Jumat (29/8/2025).
Pemuda berusia 27 tahun itu mempelajari pembuatan map secara otodidak. Ia sering menonton tutorial di YouTube dan mengembangkan sendiri Map buatannya.
Teguh juga memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) untuk membuat aset 3 dimensi (3D) dalam map.
hasilnya, sejumlah ikon khas Kota Sampit berhasil ia hadirkan.
“Awalnya ingin membuat asetnya menggunakan Blender (software 3D, red), tapi karena laptopnya kurang mendukung, jadi saya pakai AI,” bebernya.
Teguh mengaku memerlukan waktu sekitar seminggu untuk menyelesaikan Map beserta fitur-fiturnya.
Beberapa ikon khas seperti Patung Jelawat, Terowongan Nur Mentaya, hingga Taman Kota berhasil dibuat. Dalam sehari, map itu bisa dikunjungi hingga 50 pemain.
“Paling banyak biasanya mereka mencoba susur sungai, party, dan jalan-jalan di Nur Mentaya,” katanya.
Berkat karyanya, Teguh yang baru sebulan menekuni pembuatan map ini sudah berhasil meraup penghasilan tambahan.
Uang itu diperolehnya dari live streaming TikTok serta permintaan pengusaha yang ingin dibuatkan replika tempat usahanya di Roblox.
“Kalau ditotal, belum sampai satu bulan ini kira-kira sudah Rp1 juta. Penghasilannya dari gift saat live TikTok, lalu ada juga yang minta dibuatkan tempat usaha di map. Upahnya kisaran Rp200 ribu sampai Rp500 ribu. Sekarang saya belum berani patok harga karena masih baru,” ungkapnya.
Hingga kini, ia terus mengembangkan Map Kota Sampit dan berbagai fiturnya. Ke depan, Teguh juga berencana membuat Map kota lain di Kalteng, seperti Palangka Raya dan Pangkalan Bun. (mif)