Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Mengenal Kuntau Bangkuy Salamat, Warisan Salamat Kambe yang Melegenda di Kotim

Ayu Oktaviana • Senin, 1 September 2025 | 09:17 WIB
Alm Salamat Kambe saat mengajari seni bela diri Kuntau Bangkuy Salamat. DOK PRIBADI
Alm Salamat Kambe saat mengajari seni bela diri Kuntau Bangkuy Salamat. DOK PRIBADI

 

Jika mendengar nama Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mungkin yang terlintas di benak orang-orang adalah sektor pariwisatanya yang cukup terkenal. Namun, rupanya Kotim juga mempunyai kebudayaan khas. Salah satunya budaya dalam bidang bela diri.

MIFTAH, Sampit

GERAKANNYA cepat, sigap dan mematikan. Namun, di dalamnya tersimpan seni dan keindahan. Mungkin kalimat itu yang bisa menggambarkan Kuntau Bangkuy Salamat. Seni bela diri itu merupakan seni bela diri khas Kabupaten Kotim yang sudah diwariskan turun-temurun.

Kuntau Bangkuy Salamat sendiri diketahui merupakan salah satu aliran Kuntau Bangkuy yang diciptakan oleh Salamat Saun, atau yang kerap dikenal dengan Salamat Kambe. Ia merupakan salah satu tokoh yang kerap mempelajari seni bela diri dari berbagai perguruan di beberapa wilayah.

“Beliau berguru banyak. Beliau berguru di Bukit Raya, setelah itu, beliau menyempurnakan pukulan, ilmu dalam, dan kebatinannya itu di Martapura dengan Busra Sidik,” ujar Guru Muda Kuntau Bangkuy Salamat Kotim, Arifin, kepada Kalteng Pos, Rabu malam (27/8/2025).

Arifin menyebut, nama Kambe yang melekat dalam diri Salamat Saun berasal dari cerita bahwa dirinya sempat melawan makhluk jadi-jadian yang disebut Kambe di Desa Tewah sampai perbatasan Kapuas.

Saat itu, wilayah tersebut diteror hantu jadi-jadian yang kerap memakan ternak warga. Berbekal senjata Mandau, ia menunggu kedatangan makhluk tersebut di kandang ternak.

Setelah makhluk itu datang, dengan ilmu yang dimilikinya, ia bertarung selama dua hari dua malam hingga mampu memenggal kepala Kambe tersebut. Dari situlah nama Salamat Kambe melekat pada dirinya hingga dikenal masyarakat luas sampai sekarang.

“Beliau itu dulu bertarung dengan hantu jadi-jadian namanya Kambe selama dua hari dua malam di perbatasan Kapuas. Makanya digelar dengan Salamat Kambe,” katanya.

Usai mendapatkan ilmu bela diri dari berbagai aliran, Salamat Kambe akhirnya membuat gerakan seni bela diri Kuntau Bangkuy Salamat. Gerakannya ia ciptakan dari berbagai keilmuan bela diri yang ia dapatkan. Kata Bangkuy sendiri terinspirasi dari hewan primata Beruk, atau yang kerap dikenal di Kalimantan sebagai Bangkuy.

Usai menciptakan seni bela diri tersebut, Salamat Kambe kemudian mulai melatih sejak tahun 1979. Ilmu bela diri yang diciptakannya itu pun didaftarkan dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan diturunkan kepada anak-anaknya. Dari situlah, seni bela diri itu diajarkan hingga sekarang.


“Ilmunya diturunkan kepada anak-anaknya. Kepada Sendi, Sadarmansyah, dan almarhum Pak Ambun. Anaknya inilah yang mengajarkan di Sampit dan saya termasuk yang langsung belajar dengan guru besar anaknya Salamat Kambe,” kata pria yang belajar langsung dari anak Salamat Kambe tersebut.

Dalam Kuntau Bangkuy Salamat, ada tiga tahapan yang menandakan tingkat keilmuan. Tiap tahapan terdiri dari beberapa gerakan atau jurus yang mencakup beberapa aliran seni bela diri. Misalnya dalam tahap satu ada namanya Bunga. Bunga itu terdiri dari beberapa gerakan. Lalu gerakan kedua ada gerakan Sendeng yang juga memiliki beberapa cabang. Setelah itu ada gerakan pukulan Bangkuy yang juga memiliki beberapa gerakan.

“Bunga itu mulai dari Bunga Empat Batarik, Empat Depok, Empat Jurusan, Empat Boksai, Empat Sebongkar, Langkah Lima dan Bunga Bangkuy. Untuk Tikam Sendengnya ada 10 sebutan. Satu pukulan itu bisa ada empat. Dan ada pukulan Bangkuy terdiri dari Balik Sawa, Rabitan Luar dan Dalam, Tinjakan Luar, Dongkolan Luar, Rabitan Belakang, dan lain-lain. Itu khusus tahap satu,” bebernya. (*bersambung/ala)

KENDARAAN TAKTIS: Aparat kepolisian sudah menyiagakan kendaraan taktis di depan DPRD Kalsel. (Muhammad Oscar Fraby)
KENDARAAN TAKTIS: Aparat kepolisian sudah menyiagakan kendaraan taktis di depan DPRD Kalsel. (Muhammad Oscar Fraby)
Editor : Ayu Oktaviana
#Ikatan Pencak Silat Indonesia #hantu #Kuntau Bangkuy Salamat #seni bela diri #sampit #Kuntau Bangkuy #kebudayaan #ternak #beruk #Salamat Saun