Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Syekh Muhammad Ghazali Arsyad Al Banjari dan Karomah Menolong Kapal Pecah

Ayu Oktaviana • Kamis, 11 September 2025 | 10:37 WIB
Peziarah datang dari berbagai daerah berziarah ke makam Syekh Muhammad Ghazali Arsyad Al Banjari di Gang Rambai 6 Jalan Ir H Juanda, Sampit. MIFTAH/KALTENG POS
Peziarah datang dari berbagai daerah berziarah ke makam Syekh Muhammad Ghazali Arsyad Al Banjari di Gang Rambai 6 Jalan Ir H Juanda, Sampit. MIFTAH/KALTENG POS

 

Nama Syekh Muhammad Ghazali Arsyad Al Banjari atau Datuk Ghazali sangat melegenda. Keturunan dari Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, seorang ulama karismatik dari Kalimantan Selatan yang kerap dikenal sebagai Datuk Kalampayan ini memiliki karomah.

MIFTAHUL ILMI, Sampit

DATUK Ghazali juga dikenal memiliki beberapa karomah. Salah satu yang paling terkenal adalah cerita dari muridnya. Suatu ketika, saat tengah mengajar, Datuk Ghazali melihat air minum di hadapannya bergetar.

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Datuk Ghazali masuk ke dalam kamar. Sebagian cerita mengatakan beliau masuk ke dalam cermin. Murid-murid yang ada di situ pun heran.

“Ada dua versi. Satunya mengatakan beliau masuk kamar. Ada juga versi lain mengatakan beliau masuk ke dalam cermin,” ujar cicit Datuk Ghazali, Muhammad Mulianur Arsyad, saat dibincangi Kalteng Pos di kediamannya, Jumat (5/9/2025).

Usai beberapa lama, ulama yang lahir di Banjarmasin tahun 1880 ini akhirnya keluar dari kamarnya dalam keadaan basah kuyup. Muridnya yang penasaran menanyakan hal tersebut.

Datuk Ghazali kemudian menceritakan bahwa ia tadi sedang menolong kapal di laut yang pecah akibat dihantam ombak.

“Beliau keluar basah kuyup. Akhirnya ditanya muridnya kenapa. Beliau bilang, ‘sebenarnya saya tadi habis menolong kapal yang pecah,” ceritanya.

Usai berdakwah di Sampit, Datuk Ghazali wafat pada tahun 1991. Sebagian besar hidupnya dihabiskan untuk belajar dan mengajar agama Islam.

Makamnya kini bersebelahan bersama makam istrinya yang kedua. Tak heran, makamnya kini banyak diziarahi masyarakat.

Di sekitar makamnya, ada pula beberapa makam anak dan keluarganya yang lain.

Biasanya mereka membaca surah Yasin, bertahlil hingga bertawasul di makam tersebut.

Salah satu penziarah, Haji Masrudin, mengatakan ia rutin berziarah ke makam Datuk Ghazali setiap hari Jumat. Hal itu karena ia pernah bermimpi bertemu Datuk Ghazali yang berpesan agar ia sering mengunjungi para ulama, baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat.

“Waktu saya muda, saya pernah mimpi beliau. Katanya saya diminta sering-sering mengunjungi ulama. Baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat,” katanya.

Ia mengaku sudah lebih dari 15 tahun rutin melakukan ziarah itu setiap minggu. Ia bahkan rela tidak membuka jualannya demi menyisihkan waktu berziarah.

Menurutnya, banyak manfaat dan berkah yang ia rasakan setelah melaksanakan amanah dalam mimpinya itu.

“Banyak yang saya rasa. Misalnya badan sehat, rezeki mengalir terus, dan yang paling penting hati saya merasa tenang,” tandasnya. (*/ala)

Editor : Ayu Oktaviana
#agama islam #banjarmasin #sampit #ulama #Syekh Muhammad Ghazali Arsyad Al Banjari #Datuk Kalampayan