Meskipun berperan sebagai ibu dua orang anak tidak harus membuatnya berhenti untuk selalu berinovasi dan memberikan yang terbaik untuk dunia pendidikan di Kota Palangka Raya.
BUDHI SEPRATAMA PUTRA, Palangka Raya
Senyum bahagia terpancar dari wajah Maulida Rezeki, S.Pd., Gr., guru matematika SMPN 13 Palangka Raya, ketika diumumkan sebagai Juara 1 Guru Berprestasi jenjang SMP Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025.
Ajang ini berlangsung pada 14–17 September 2025 di Swiss-belhotel Danum Palangka Raya dan diikuti 81 guru serta 81 kepala sekolah dari seluruh kabupaten dan kota di Kalteng.
Bagi Maulida kemenangan ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga keberhasilan seluruh kontingen Kota Palangka Raya yang sukses meraih juara umum.
“Perasaan saya tentu senang sekali dapat membawa nama Kota Palangka Raya dengan hasil yang memuaskan. Hal ini membawa kebanggaan tersendiri bagi saya dan rekan-rekan,” ucapnya penuh syukur.
Perjalanan menuju podium juara tidaklah singkat. Guru yang setiap hari menempuh perjalanan 46 kilometer ini bercerita.
Masa pandemi Covid-19 tahun 2020 menjadi titik balik yang menuntut dirinya untuk beradaptasi cepat terhadap perubahan drastis dalam dunia pendidikan.
Menurutnya, kondisi tersebut memaksanya untuk berpikir kreatif agar pembelajaran tidak terhenti.
“Waktu itu kami tiba-tiba harus mencari solusi agar tidak terjadi loss generation. Melalui program PembaTik 2020, saya belajar membuat media pembelajaran digital dan memanfaatkan LMS. Dari situ saya semakin terbiasa berinovasi sesuai tantangan di kelas,” katanya mengenang.
Pengalaman itu pula yang melahirkan inovasi pembelajaran andalannya bernama “Math Galaxy: Jelajah Sistem Persamaan Linier Dua Variabel (SPLDV)”.
Media digital ini berisi materi, video pembelajaran, lab virtual Geogebra, latihan soal interaktif, hingga LKPD dengan konteks lokal Tumbang Tahai. Inovasi ini terbukti efektif meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.
Maulida menuturkan, keunikan dari Math Galaxy terletak pada sentuhan lokal yang ia sisipkan.
LKPD yang disusun berlatar kehidupan Tumbang Tahai, tempat sekolahnya berada, sehingga membuat siswa merasa lebih dekat dengan materi yang dipelajari.
Ia menyebut, hal itu berbeda dengan media pembelajaran yang hanya mengadopsi apa yang sudah ada.
“Math Galaxy saya filosofikan sebagai suatu semesta matematika yang saya ciptakan sendiri. Isinya planet-planet dan bintang-bintang pengetahuan yang saya rancang untuk memfasilitasi pembelajaran murid saya,” jelasnya penuh semangat.
Meski berhasil menciptakan inovasi yang berdampak, perjalanan Maulida tidak selalu mudah. Tantangan terbesar baginya adalah mengatur waktu.
Ia harus pandai membagi antara menyiapkan fasilitas pembelajaran inovatif dengan tugas-tugas lain sebagai guru dan ibu rumah tangga.
Tentu dukungan dari berbagai pihak membuatnya tetap tegar. Kepala sekolah, rekan sejawat, hingga murid-murid di SMPN 13 Palangka Raya menjadi penyemangat utama.
Bahkan, Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya turut mendampingi hingga tahap provinsi.
Mulai dari pembina, penguatan ide inovasi, serta diskusi terus menerus sehingga pencapaian tersebut terasa sebagai hasil kerja bersama.
Kepala SMPN 13 Gunarhad SPd MPd sangat bangga dengan sosok Maulida guru yang energi dan banyak disukai anak-anak saat mengejar.
"Tahun lalu dia datang ke saya untuk izin ikut dalam kompetisi ini tapi sayang ada persyaratan yang membuatnya tidak lolos dan tahun ini dia kembali meminta izin kepada saya dan akhirnya bisa menjadi guru terbaik se kalteng tingkat SMP," Ucapnya.
Guru yang memiliki pengalaman mengajar sudah 6 tahun ini menegaskan, keberhasilan ini tidak akan berhenti di ajang lomba.
Ia berkomitmen untuk terus berinovasi, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta terbuka menerima kebaruan dalam dunia pendidikan. Ia percaya, guru harus mampu menjawab kebutuhan belajar murid dengan cara-cara kreatif.
“Komitmen saya selanjutnya adalah terus berinovasi. Semangat dalam memfasilitasi murid sesuai kebutuhan belajar mereka tidak boleh padam,” ungkapnya.
Dalam perjalanan kariernya, Maulida juga selalu mengingat prinsip bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil di kelas.
Ia berharap, guru-guru lain di seluruh Kalimantan Tengah bisa ikut terinspirasi untuk membuat pembelajaran lebih bermakna bagi siswa.
“Semangat terus, mulailah dari langkah kecil perubahan dari kelas anda,” pesannya menutup wawancara. (chi)