Universitas Eka Harap Palangka Raya menggelar prosesi Capping Day bagi 247 mahasiswa program studi kesehatan di Swiss-Belhotel Danum, Kamis (2/10/2025). Kegiatan ini menjadi simbol resmi kesiapan mahasiswa keperawatan dan kebidanan untuk memasuki dunia praktik klinik.
WUDI ASHADI, Palangka Raya
PROSESI Capping Day ditandai dengan penyematan kap dan pemasangan pin, yang menandakan awal pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
Rektor Universitas Eka Harap, Maria Adelheid Ensia, S.Pd., M.Kes, menyebutkan bahwa Capping Day adalah momentum bersejarah bagi para mahasiswa.
"Capping Day adalah awal dari sebuah pelayanan serta perjalanan hidup sesungguhnya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dinyatakan siap mengabdi kepada masyarakat dengan profesionalitas yang telah dibangun sejak di bangku kuliah,” ungkapnya Kamis (2/10/2025).
Adapun peserta terdiri dari 62 mahasiswa Diploma Tiga Keperawatan Angkatan XXV, 145 mahasiswa Sarjana Keperawatan Angkatan XVI, 15 mahasiswa Diploma Tiga Kebidanan Angkatan XV, serta 25 mahasiswa Sarjana Kebidanan dan Profesi Angkatan III.
Maria menegaskan, tenaga kesehatan tidak hanya dituntut menguasai keterampilan teknis (hardskill), tetapi juga harus memiliki softskill yang baik.
"Jadilah tenaga kesehatan yang ramah, menyenangkan, dan bertanggung jawab. Jangan cepat puas, tingkatkan pengetahuan dan keterampilan agar berhasil dan sukses demi masa depan,” pesannya.
Ia juga mengajak mahasiswa meneladani semangat Florence Nightingale sebagai pelopor keperawatan dunia, sekaligus meneguhkan ikrar profesi sebagai pegangan moral dan etika.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng, Dr. dr. Suyuti Syamsul, MPPM, yang diwakili oleh Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Damar Pramusinta, turut menyampaikan selamat sekaligus menegaskan pentingnya penguatan primary health care sejalan dengan arah kebijakan pembangunan kesehatan nasional.
"Dengan prosesi pemasangan kap dan pin, para mahasiswa telah siap menjadi seorang perawat maupun bidan. Apa yang sudah diucapkan dalam sumpah harus ditepati dengan sepenuh hati. Seorang tenaga kesehatan harus memiliki jiwa penolong, komunikasi yang baik, serta karakter yang kuat agar mendapat simpati masyarakat,” ujarnya.
Suyuti menekankan bahwa komunikasi efektif tenaga kesehatan menjadi kunci pelayanan yang menenangkan dan memotivasi pasien. Selain kompetensi medis, sikap, etika, dan kemampuan interpersonal juga menjadi modal penting di lapangan.
Ia juga mengingatkan, lulusan keperawatan dan kebidanan akan menghadapi tantangan besar seiring perkembangan zaman. Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan dan keterampilan harus dilakukan secara berkelanjutan.
Lebih jauh, ia menyinggung arah RPJMN 2025–2029, yang menitikberatkan pada layanan promotif dan preventif, penurunan angka kematian ibu dan bayi, penanganan stunting, hingga pencapaian Universal Health Coverage (UHC).
"Upaya ini membutuhkan peran optimal tenaga kesehatan, sarana prasarana yang memadai, serta dukungan pembiayaan melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),” tegasnya.
Suyuti juga memberikan apresiasi kepada Universitas Eka Harap Palangka Raya atas perannya mencetak sumber daya manusia kesehatan yang kompeten. Ia berharap Uneka terus meningkatkan akreditasi, memperbarui kurikulum sesuai kebutuhan pasar kerja, serta terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Acara Capping Day ini turut dihadiri jajaran direktur rumah sakit, organisasi profesi kesehatan, civitas akademika Universitas Eka Harap, serta keluarga besar mahasiswa yang hadir memberikan dukungan moral.
Dengan prosesi ini, 247 mahasiswa Universitas Eka Harap Palangka Raya resmi memasuki babak baru dalam perjalanan akademik dan profesinya, siap mengabdi untuk kesehatan masyarakat. (uut/sos/ala)
Editor : Ayu Oktaviana