Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Tren Jogging Makin Booming, Anak Muda Kini Ketagihan Lari Bareng Komunitas

Anisa Bahril Wahdah • Sabtu, 25 Oktober 2025 | 10:30 WIB
Tren olahraga lari kini makin digemari anak muda.
Tren olahraga lari kini makin digemari anak muda.

BELAKANGAN ini, pemandangan orang berlari di jalan kompleks, taman kota, atau tepian sungai makin sering terlihat.

Dari remaja hingga orang dewasa, banyak yang menjadikan jogging sebagai rutinitas baru di tengah kesibukan.

Olahraga yang dulu terkesan sederhana kini berubah jadi gaya hidup yang digemari berbagai kalangan.

Reza, salah satu pelari dari komunitas Amrunners, mengatakan bahwa kebiasaan lari mulai banyak diminati karena mudah dilakukan dan memberi efek positif bagi tubuh maupun pikiran.

Ia menilai banyak orang kini mencari aktivitas yang menyehatkan sekaligus bisa dilakukan tanpa harus pergi jauh.

“Awalnya saya cuma coba-coba, tapi ternyata bikin ketagihan. Lari itu bukan cuma bikin badan bugar, tapi juga bikin pikiran tenang. Kalau sudah terbiasa, rasanya aneh kalau sehari gak lari,” ujarnya, Sabtu (25/10/2025).

Pria yang mengaku pernah berlari sejauh 22 kilometer itu, maraknya komunitas lari dan banyaknya ajang fun run juga turut memicu semangat masyarakat untuk ikut terlibat.

Menurutnya, kegiatan seperti itu membuat olahraga ini terasa lebih seru dan punya nilai kebersamaan.

“Sekarang kan sering ada event lari, baik yang formal maupun santai. Dari situ, banyak orang jadi termotivasi ikut, karena selain sehat juga bisa dapat teman baru,” katanya.

Sementara itu, pengamat sosial Dini Hapsari melihat tren jogging ini sebagai bentuk perubahan pola hidup generasi sekarang yang semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan di tengah gaya hidup serba cepat.

Ia menilai, kebanyakan orang ingin tetap aktif tanpa harus meninggalkan rutinitasnya.

“Generasi muda sekarang lebih sadar soal keseimbangan hidup. Lari jadi pilihan karena bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja, tanpa perlu biaya besar,” jelasnya.

Lebih jauh, Dini menilai fenomena ini juga menunjukkan adanya perubahan cara masyarakat dalam memaknai kesehatan dan interaksi sosial.

Menurutnya, jogging bukan sekadar kegiatan fisik, tetapi juga medium untuk mengekspresikan diri dan membangun hubungan sosial yang positif.

Photo
Photo

“Sekarang banyak komunitas pelari yang terbentuk bukan hanya untuk olahraga, tapi juga untuk saling mendukung dan berbagi pengalaman. Dari situ muncul rasa kebersamaan dan solidaritas yang kuat,” katanya.

Dini menambahkan, kebiasaan berbagi momen lari di media sosial juga punya dampak sosial tersendiri. Ia menyebutkan, aktivitas itu membantu menciptakan budaya hidup sehat yang menular di kalangan muda.

“Ketika seseorang unggah foto lari atau hasil jaraknya, itu bisa memotivasi orang lain untuk ikut bergerak. Jadi ada efek domino. Dari satu orang yang konsisten, bisa memicu banyak orang lain untuk hidup lebih sehat,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Fendi, penyelenggara event Night Run Party. Ia mengatakan, kegiatan lari malam yang digelar pada Jumat (24/10) itu merupakan yang pertama kali diadakan di Sampit dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.

“Pesertanya sekitar 350 orang, bahkan ada juga yang datang dari luar daerah. Tapi mayoritas peserta tetap dari Sampit. Kegiatannya bersifat fun run, bukan kompetisi, jadi semua bisa ikut, termasuk anak-anak. Ada sekitar 10 sampai 15 anak yang ikut berlari bersama orang tuanya,” ujar Fendi.

Ia menjelaskan, kegiatan itu diikuti oleh runners dengan jarak tempuh sekitar 3,5 hingga 4 kilometer, dengan rute dimulai dari Kafe Arah Pulang di Jalan Tjilik Riwut, kemudian melewati Jalan Sampurna, Suka Bangsa, Jaya Wijaya, Gunung Kerinci, Gunung Bromo, dan kembali ke lokasi semula.

“Acara ini kami buat untuk mendorong anak muda agar lebih aktif berolahraga. Sekarang kan banyak yang suka lari sore atau pagi,” jelasnya.

Fenomena jogging yang makin booming ini menunjukkan bahwa masyarakat kini mulai bergeser ke arah pola hidup yang lebih aktif dan sadar kesehatan.

Di sela hiruk pikuk pekerjaan dan aktivitas harian, berlari menjadi cara sederhana untuk menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran sekaligus mengingatkan bahwa kesehatan masih menjadi tren terbaik yang tak pernah usang. (mif)

Editor : Anisa Bahril Wahdah
#komunitas #tren #olahraga