Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Inilah Sosok Ziadatul Ikrimah Nayla, Juara II Lomba Bercerita Islami Bahasa Dayak

Agus Pramono • Kamis, 30 Oktober 2025 | 08:00 WIB
Ziadatul Ikrimah Nayla juara II lomba bercerita Islami Bahasa Dayak. DOK PRIBADI
Ziadatul Ikrimah Nayla juara II lomba bercerita Islami Bahasa Dayak. DOK PRIBADI


Di tengah riuhnya suara peserta yang berlatih, seorang gadis berkerudung merah muda tampak duduk tenang sambil memegang selembar naskah. Matanya menelusuri kalimat demi kalimat yang ditulis dalam bahasa Dayak Ngaju, bahasa yang baru ia kenal sehari sebelumnya.

DHEA UMILATI, Palangka Raya

GADIS itu bernama Ziadatul Ikrimah Nayla, pelajar dari Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Palangka Raya, yang menjadi salah satu peserta Lomba Bercerita Islami Bahasa Dayak yang digagas oleh Lembaga Seni Budaya Muslimin Nahdlatul Ulama (Lesbumi NU) Kalteng, Sabtu (18/10/2025).

Menariknya, Nayla hanya berlatih satu hari sebelum tampil di atas panggung. Bagi Nayla yang berasal dari keluarga bersuku Banjar, penggunaan bahasa Dayak menjadi tantangan tersendiri. Ia harus mempelajari pengucapan, intonasi, bahkan pelafalan khas Dayak Ngaju yang jauh berbeda dari bahasa yang biasa digunakan sehari-hari.

“Yang paling susah itu logatnya. Karena saya orang Banjar, jadi lidahnya belum terbiasa. Tapi saya belajar terus, dibantu ibu, sampai akhirnya bisa,” ungkap Nayla.

Malam sebelum lomba, Nayla dan ibunya, Laila Hayati, duduk bersama di kamar, menyiapkan naskah cerita bertema Islami yang kemudian mereka ubah ke dalam bahasa Dayak. Tak hanya menerjemahkan, Nayla juga berlatih gaya bercerita, ekspresi, dan gerak tangan agar lebih hidup di panggung.

“Kalau ada bagian yang susah diingat, saya bantu dengan gerakan tangan,” ujar Laila.

“Misalnya kalau kalimatnya berarti ‘aku berjalan ke rumah’, Nayla sambil gerakkan tangan seperti melangkah. Itu membantunya mengingat kata,” ucapnya.

Meski persiapan terbilang singkat, semangat Nayla tak surut. Ia berlatih hingga larut malam dengan penuh tekad. Dukungan dari sang ibu menjadi sumber kekuatan utama, terutama ketika rasa cemas mulai muncul menjelang tampil.

“Saya bilang ke dia, ‘Kamu pasti bisa, Nay. Enggak harus sempurna, yang penting berani dan yakin.’ Dari situ dia mulai tenang,” kata sang ibu.

Di atas panggung lomba, Nayla tampil percaya diri. Dengan suara lantang dan intonasi khas Dayak Ngaju, ia membawakan kisah Islami penuh makna. Meski baru sehari mengenal bahasa tersebut, ekspresi dan artikulasinya berhasil memukau para juri dan penonton.

Suasana aula mendadak hening ketika Nayla mulai bercerita, hanya sesekali terdengar tepuk tangan kecil dari peserta lain yang kagum melihat keberaniannya.

“Rasanya senang sekali. Enggak nyangka bisa tampil, apalagi dalam bahasa yang baru aku pelajari,” ucap Nayla usai lomba dengan wajah sumringah.

Gadis berusia 12 tahun ini memang dikenal sebagai pelajar yang aktif dalam kegiatan seni di sekolah. Sejak SD, ia kerap mengikuti lomba teater, puisi, dan pidato. Tidak hanya di sekolah, tetapi juga Nayla aktif di Sanggar Taman Baca Laskar Pelangi mengikuti kegiatan Pubic Speaking semacam teater, dongeng, berkisah, puisi dan lainnya. Selain itu Nayla juga sering diundang mengisi acara.

Kemampuannya menjiwai teks membuatnya mudah menyesuaikan diri, bahkan ketika harus menggunakan bahasa yang benar-benar baru.

Sebagai ibu, menurut Laila, pengalaman ini lebih dari sekadar lomba. Ia melihat semangat anaknya sebagai bentuk kecintaan terhadap bahasa daerah dan bukti bahwa belajar tak mengenal batas waktu.

“Walau cuma semalam latihan, tapi hasilnya luar biasa. Saya bangga sekali,” tuturnya.

Nayla sendiri berharap bisa terus mengasah kemampuan bercerita dan ikut lomba-lomba berikutnya. Baginya, pengalaman bercerita menggunakan bahasa Dayak bukan hanya tentang menang atau kalah, tapi tentang mengenal jati diri dan menghargai keberagaman budaya di Kalteng.

“Kalau nanti ada lomba lagi, aku mau ikut. Aku pengin bisa bahasa Dayak lebih lancar,” katanya mantap. (*/ala)

Photo
Photo
Editor : Ayu Oktaviana
#dayak ngaju #taman baca #palangka raya #Kisah Islami #Intonasi #bahasa dayak #public speaking #keberagaman budaya