Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Dari Festival Ramadan ke Panggung Profesional, Begini Kisah Lahirnya Band SITE

Agus Pramono • Kamis, 27 November 2025 | 17:50 WIB
Site band Saat tampil di Festival Budaya Penyang Hinje Simpei.DOK
Site band Saat tampil di Festival Budaya Penyang Hinje Simpei.DOK

 

Di tengah maraknya musik digital dan beragam aliran baru yang bermunculan, sebuah band asal Palangka Raya tetap setia menapaki panggung dari bawah. Mereka adalah SITE Band, grup musik yang memulai langkahnya dari festival lagu religi, dan kini perlahan dikenal di berbagai ajang musik Kalimantan Tengah.

M RIFQI PADILA, Palangka Raya

PERJALANAN SITE bermula dari sebuah festival lagu religi di Palma, tepat di bulan Ramadan. Tak disangka, dari ajang itu mereka justru membawa pulang tiga penghargaan sekaligus juara 3 festival, The Best Drum, dan juara 1 vocal solo yang diraih oleh sang vokalis, Rahmat.

“Awal terbentuknya SITE pas ikut festival lagu religi di Palma. Waktu itu kami nggak nyangka bisa juara 3, dan saya sendiri dapat juara 1 vokal solo,” kenang Rahmat membuka cerita, Rabu (12/11/2025).

Dari kemenangan itulah muncul tekad untuk terus melangkah. Band yang awalnya hanya dibentuk untuk perlombaan, justru berlanjut menjadi grup musik yang serius meniti karya.

“Setelah itu kami sepakat lanjut jadi band tetap. Rasanya sayang kalau berhenti begitu saja,” ujar Rahmat. Nama SITE lahir dengan cara sederhana, namun penuh arti kebersamaan.

“Waktu itu kami sempat cari nama cukup lama, sampai akhirnya teman kami, Wiliam, usul nama SITE aja. Sederhana, tapi mudah diingat dan punya ciri sendiri,” katanya sambil tersenyum.

Kini SITE diperkuat oleh Rahmat (vokal), Yopi (gitar), Boby (bass), Wiliam (keyboard), dan Muji (drum). Di setiap penampilan, Wiliam juga berperan penting dalam urusan teknis dan aransemen musik.

“Biasanya sebelum tampil, Wiliam yang urus bagian IT dan sound. Kami juga sering aransemen lagu bareng, terutama saya dan Yopi,” jelas Rahmat.

Meski belum merilis album penuh, SITE sudah menyiapkan beberapa karya yang tengah digarap. Sementara itu, Rahmat telah lebih dulu merilis single solo berjudul Hingga Tutup Usia.

“Album SITE masih proses, tapi saya pribadi sudah rilis single perdana. Harapannya bisa jadi pembuka untuk karya berikutnya,” ucapnya.

SITE termasuk band yang aktif tampil di berbagai acara besar seperti Palangka Fair, Job Fair, dan HUT Kabupaten Katingan. Penampilan mereka dikenal selalu menghibur dengan lagu-lagu yang akrab di telinga penonton.

“Alhamdulillah, setiap kali tampil lagu-lagu kami bisa diterima masyarakat. Itu yang bikin kami semangat terus,” katanya.

Namun, perjalanan di dunia musik lokal tentu tak lepas dari kendala.

“Pernah juga waktu mau tampil, sound-nya kurang bagus. Tapi itu hal biasa. Kami anggap sebagai bagian dari proses belajar,” ujar Rahmat dengan nada santai.

Untuk menjaga kekompakan di tengah kesibukan, para personel SITE menjalin komunikasi lewat grup WhatsApp dan rutin mengatur jadwal latihan bersama.

“Biasanya kami koordinasi di grup. Yang penting saling memahami waktu masing-masing,” ujarnya.

Rahmat mengakui, persaingan di dunia musik lokal cukup ketat. Namun, bagi SITE, yang terpenting adalah konsistensi dan kebersamaan.

“Banyak band lokal yang punya kemampuan luar biasa. Tapi kami ingin terus solid dan tidak mudah menyerah,” katanya mantap.

Bagi para personel SITE, musik bukan sekadar hobi, tapi bagian dari kehidupan.

“Rasanya sepi kalau nggak ada musik. Buat kami, musik itu sudah seperti teman hidup,” tutur Rahmat.

Melihat perkembangan musik lokal di Kalimantan Tengah yang semakin berwarna, SITE optimistis masa depan musik daerah akan terus tumbuh.

“Sekarang perkembangannya bagus. Banyak event dan musisi baru bermunculan. Kami cuma berharap semangat berkarya itu jangan sampai hilang,” ujarnya.

Ke depan, SITE punya impian untuk tampil di panggung nasional dengan membawakan karya ciptaan sendiri.

“Kalau suatu hari diberi kesempatan tampil di panggung besar, pasti kami bawakan lagu buatan SITE sendiri. Itu kebanggaan tersendiri buat kami,” tutup Rahmat. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
#Aransemen musik #SITE #kalimantan tengah #palangka fair #musik lokal #Panggung Besar #dunia musik #band #lagu religi