PALANGKA RAYA-Kalteng dengan filosofi Huma Betang yang luhur, kini semakin mempertegas eksistensinya dalam peta literasi regional. Momentum ini menemukan puncaknya melalui inisiatif Perkumpulan Rumah Seni Asnur (PERRUAS) di bawah kepemimpinan Dato Sri Asrizal Nur.
Guru MAN Kota Palangka Raya Plus Keterampilan, Menik Dwi Astuti SPd, menyampaikan menulis puisi etnik sejatinya adalah kerja kebudayaan yang melampaui estetika.
Dengan menulis, para penulis tidak hanya memotret masa lalu, tetapi juga menanamkan benih nilai-nilai etnik ke dalam sanubari pembaca global.
"Bukti nyata dari kebangkitan ini adalah keberhasilan PERRUAS dalam mencatatkan sejarah dua Rekor MURI sekaligus pada tahun 2025,” katanya.
Pertama, untuk kategori Antologi Puisi Etnik Nusantara (dewasa) dengan jumlah peserta mendekati 1.500 penulis.
Kedua, untuk kategori Antologi Puisi Etnik Pelajar ASEAN. Secara total, PERRUAS berhasil menghimpun hampir 3.000 penulis etnik dari berbagai negara.
“Capaian masif ini dirayakan dalam gelaran megah Festival Puisi Etnik 2025 di Jambi pada 20-21 Desember 2025," ujarnya
Rangkaian acara berlangsung khidmat dan meriah di Rumah Jabatan Gubernur Jambi, Rumah Jabatan Wali Kota Jambi, Aula BPMP Provinsi Jambi serta pembacaan puisi etnik di Candi Muaro Jambi.
Acara ini menjadi titik temu bagi penulis dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, hingga Brunei Darussalam.
Kehadiran delegasi Malaysia yang konsisten mengirimkan ratusan peserta setiap tahunnya, termasuk hampir 70 peserta yang hadir langsung di Jambi tahun ini, menunjukkan bahwa batas negara luruh dalam persaudaraan literasi.
Dalam arus besar ini, Kalteng memberikan kontribusi emas melalui kolaborasi guru dan siswa.
"Saya sendiri Menik Dwi Astuti SPd yang merupakan Guru MAN Kota Palangka Raya Plus Keterampilan sebagai penulis, kurator, sekaligus penggerak utama pada proses even antologi Puisi Etnik Nusantara 2025," terangnya.
Kekuatan ini diperkuat oleh para pendidik berdedikasi seperti Arbawati M Pd (Kepala RA Al Musyafirin Palangka Raya), Dra Ana Kameloh Dian MPd (Guru SMK 3 Palangka Raya), Nani Prihatini SPd M.Pd (Guru MAN Barito Selatan Plus Keterampilan), dan Susanti SPd (Guru SMAN 1 Nanga Bulik).
Estafet literasi ini pun disambut gemilang oleh generasi muda.
Lintang Diyand Permana (SMP IT Al Ghazali) berhasil meraih penghargaan membanggakan sebagai 10 Besar Penulis Terbaik Puisi Etnik Pelajar tingkat SMP se-ASEAN yang diumumkan pada malam puncak Festival Puisi Etnik 2025 di Jambi.
Semangat ini juga terpancar dari Tsaura Hidayatul Ilmi (SD IT Al Muzahidul Amin Palangka Raya) serta siswa-siswi berbakat dari MAN Barito Selatan Plus Keterampilan, Muhammad Alzura, Fasya Dina Rizkia, Muhammad Fahrian Noor, dan Muhammad Risky Aditya.
Sebagai representasi semangat juang pelajar Kalteng, Muhammad Risky Aditya berkesempatan hadir langsung di Jambi untuk menyaksikan sejarah ini tercipta. (did/abw)
Editor : Agus Pramono