PALANGKA RAYA-Rahmanto Muhidin resmi terpilih sebagai nakhoda Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalteng.
Wakil Bupati Murung Raya (Mura) ini ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Kalteng periode 2026-2031. Siapa sangka, ayah dari tiga orang anak ini dulunya adalah buruh harian.
Ia mengatakan DPP PKB telah memberikan pesan terkait pentingnya kaderisasi yang matang, agar kader mampu mengelola pemerintahan serta pengabdian kepada masyarakat secara lebih baik.
"Ke depan, PKB Kalteng telah diberikan mandat untuk siap menghadapi sejumlah tantangan yang telah ditetapkan oleh DPP PKB, salah satunya berkaitan dengan target perolehan kursi DPR, di mulai dari Kabupaten, Provinsi, dan RI,'' tegas Rahmanto.
lahir di Muara Maruwei II, Kecamatan Laung Tuhup, pada 14 Juni 1982. Hidup sederhana, mandiri, dan terbiasa bekerja keras menjadi nilai yang terus melekat, bahkan ketika ia berada di lingkar kekuasaan legislatif maupun eksekutif.
Selepas menamatkan pendidikan menengah, Rahmanto tidak langsung melanjutkan kuliah. Ia memilih bekerja sebagai buruh harian di sejumlah proyek konstruksi pada 2001–2002.
Dari curriculum vitae (CV) yang dikirim ke redaksi. Rahmanto tercatat memiliki riwayat pekerjaan sebagai buruh harian pada PT Brantas pada 2001.
Ketika itu mengerjakan proyek pembuatan gorong-gorong jalan tambang batu bara rangka baja Desa Muara Maruwei.
Lanjut pada tahun 2002, Rahmanto juga pernah menjadi buruh harian pada PT. RPC (Rian Pratama Contesindo).
Ketika itu mengerjakan proyek pembangunan jembatan batu bara rangka baja Desa Muara Maruwei. Berkat kerja kerasnya, pada 2007-2009 Rahmanto menjadi Direktur di CV.
Saudara Jaya Bersama. Sejumlah proyek digarap ketika itu mulai dari Penataan Penggusuran Halaman MTs’N Laung Tuhup hingga pembangunan badan jalan lakutan, Jalan PT MGM/BUMA.
Pengalaman bekerja di lapangan memberinya pelajaran yang tak ia dapatkan di ruang kelas. Ia menyaksikan langsung kerasnya kehidupan pekerja kasar, rapuhnya jaminan ekonomi, dan ketergantungan masyarakat kecil pada proyek-proyek infrastruktur.
Kesadaran itulah yang mendorongnya kembali ke bangku pendidikan. Ia menempuh studi di Jurusan Syariah di STAIN Palangka Raya sekarang UIN palangka Raya.
Di kampus, Rahmanto dikenal sebagai aktivis yang vokal dan konsisten. Ia menjabat Wakil Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa, Sekretaris Jenderal BEM, hingga Presiden Mahasiswa STAIN Palangka Raya.
Di luar kampus, pergerakannya berlanjut di organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dari tingkat komisariat hingga cabang kota.
Aktivisme tersebut mengasah kepemimpinan, kemampuan manajemen konflik, dan keberanian menyuarakan aspirasi publik.
Pendidikan formal Rahmanto berlanjut hingga jenjang magister. Pada 2013, ia meraih gelar Magister Ilmu Hukum dari Universitas Brawijaya Malang, memperkuat fondasi keilmuannya dalam bidang legislasi dan kebijakan publik.
Kepercayaan publik mulai terbangun ketika Rahmanto terpilih sebagai Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya pada 2009. Sejak itu, ia terus dipercaya masyarakat hingga empat periode berturut-turut: 2009–2014, 2014–2019, 2019–2024, dan 2024–2029.
Pada periode 2019–2024, ia dipercaya menjabat Wakil Ketua II DPRD Murung Raya. Posisi strategis itu menempatkannya dalam peran penting pengawasan, penganggaran, dan pembentukan peraturan daerah.
Rekam jejak panjangnya membuat Rahmanto dikenal sebagai salah satu legislator dengan pengalaman paling matang di daerah tersebut.
Kemudian pada pilkada serentak ia mundur dari kursi legislatif untuk mendampingi Heriyus sebagai wakil bupati Murung Raya.
Di luar gedung parlemen, Rahmanto tetap aktif di berbagai organisasi sosial, keagamaan, kepemudaan, dan ekonomi.
Ia terlibat di GP Ansor, LASQI, LP Ma’arif NU, HIPMI, ASBUMDES, hingga Masyarakat Ekonomi Syariah. Keterlibatan lintas sektor itu mencerminkan pandangannya bahwa pembangunan daerah tidak bisa bertumpu pada politik semata.
Di balik kesibukan publik, Rahmanto adalah seorang suami dan ayah dari tiga anak. Keluarga menjadi ruang refleksi dan penyeimbang di tengah dinamika politik. Nilai integritas, keteladanan, dan tanggung jawab moral menjadi prinsip yang ia jaga dalam menjalankan amanah jabatan.
Perjalanan Rahmanto Muhidin adalah potret mobilitas sosial yang lahir dari proses panjang. Dari desa Murung Raya, buruh proyek, aktivis mahasiswa, hingga kursi pimpinan di legislatif dan eksekutif. (irj/ala)
Editor : Agus Pramono