Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Inilah Sosok Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Budi Rachmat, Iseng-Iseng Daftar Polisi, Eh Jadi

Agus Pramono • Jumat, 6 Februari 2026 | 12:15 WIB
Kombes Pol Budi Rachmat, Kabidhumas Polda Kalteng yang baru. RIFQI/KALTENG POS
Kombes Pol Budi Rachmat, Kabidhumas Polda Kalteng yang baru. RIFQI/KALTENG POS

Tidak semua perjalanan menjadi perwira polisi dimulai dari mimpi besar. Bagi Komisaris Besar Polisi Budi Rachmat, langkah itu justru lahir dari saran sederhana seorang guru di Sukabumi: carilah sekolah yang memberi kepastian masa depan.

M RIFQI PADILA, Palangka Raya

KALA itu, pertengahan 1990-an, internet belum dikenal. Informasi hanya menempel di papan mading dan obrolan senior sekolah. Dari sana, Budi muda lulusan SMA Negeri 1 Sukabumi memberanikan diri mendaftar Akabri Kepolisian. “Iseng-iseng daftar,” kenangnya.

Tanpa banyak perhitungan, ia mengikuti alur seleksi, hingga akhirnya diterima pada 1995 dan lulus pada 1998.

Pilihan Budi jatuh pada Polri, bukan tanpa alasan. Rumahnya berdampingan dengan pos polisi. Ia tumbuh di lingkungan pramuka dan remaja masjid, terbiasa berorganisasi, terbiasa bergaul lintas latar. Dunia kepolisian terasa dekat, manusiawi, dan membumi.

Penugasan pertamanya membawa Budi jauh dari tanah kelahiran Sulawesi Utara. Dari Polresta Bitung, ia mengawali karier sebagai pamapta, lalu berpindah dari fungsi ke fungsi: Sabhara, lalu lintas, hingga dipercaya menjadi Kapolsek Lolak di Bolaang Mongondow. Wilayah lintasan strategis antara Manado dan Gorontalo, yang kala itu menjadi jalur penting mobilisasi aparat saat konflik Poso.

Di sanalah Budi belajar arti toleransi dalam praktik sehari-hari. Ia menyaksikan bagaimana warga Muslim ikut mengamankan perayaan Natal, dan sebaliknya umat Kristen membantu kegiatan Ramadan. “Kalau sudah hidup di daerah, baru terasa Indonesia itu seperti apa,” ujarnya.

Perjalanan karier membawanya ke Kalimantan Selatan, Jambi, hingga Kalimantan Utara. Ia bukan hanya menjalankan fungsi keamanan, tetapi juga menghadirkan gagasan.

Salah satu yang paling dikenang adalah konsep BPKB Online, yang ia rancang saat bertugas di Ditlantas Polda Kalsel sebuah terobosan pelayanan publik pada masanya, jauh sebelum digitalisasi menjadi arus utama.

Tahun 2008–2010, Budi menempuh pendidikan magister di Universitas Indonesia, Kajian Ilmu Kepolisian. Ia belajar langsung dari profesor-profesor lintas disiplin: hukum, sosiologi, hingga kebijakan publik. Pengalaman akademik itu membentuk cara pandangnya: kepolisian bukan sekadar penegakan hukum, tetapi kerja sosial yang menuntut empati dan nalar.

Kariernya terus bergerak. Ia menjabat Kapolres Tebo di Jambi, kemudian menempati sejumlah posisi strategis di Polda Kalimantan Utara. Hampir enam tahun ia dipercaya sebagai Kabid Humas Polda Kaltara jabatan yang menuntut ketenangan, ketepatan, dan kepekaan membaca situasi publik.

Desember 2025, Budi Rachmat resmi menjabat Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah. Peran yang baginya bukan sekadar jabatan struktural, melainkan amanah menjaga komunikasi antara institusi dan masyarakat.

Di luar seragam, Budi adalah ayah dua anak. Anak-anaknya memilih jalan hidup sendiri, tak mengikuti jejak sang ayah menjadi polisi. Ia memakluminya. “Mereka lihat bapaknya sering pindah-pindah,” katanya sambil tersenyum. Baginya, pilihan anak adalah hak yang harus dihormati.

Hobinya sederhana: bersepeda dan berenang. Dari komunitas sepeda, ia membangun jejaring sosial lintas profesi cara lain mendekatkan polisi dengan masyarakat tanpa jarak formal.

Nilai hidupnya ia pegang sejak sekolah, dari petuah guru dalam bahasa Sunda: lamun keyeng tangtu pareng (jika sungguh-sungguh, tujuan pasti tercapai). Prinsip itu yang ia bawa sejak mendaftar Akabri, menjalani penugasan lintas daerah, hingga kini mengemban tanggung jawab komunikasi publik di Kalimantan Tengah.

Bagi Budi Rachmat, menjadi polisi bukan tentang pangkat semata. Ini tentang hadir di tengah masyarakat, memahami keberagaman, dan menjaga Indonesia tetap utuh dengan cara yang tenang, rasional, dan manusiawi. (*/ala)

Editor : Ayu Oktaviana
#polda kalsel #Kapolres tebo #Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah #Ilmu kepolisian #bitung #akabri #keberagaman #arti toleransi #polri #Kombes Pol Budi Rachmat #komunikasi publik #kebijakan publik #sulawesi utara #perwira polisi