Ketua MUI Kalteng Prof KH Khairil Anwar menyebutkan peran Sultan Musta’in Billah dan keturunannya dalam perluasan wilayah dan penyebaran Islam ke Kalimantan Tengah. Salah satu tokoh penting adalah Anta Kusuma, putra Sultan Musta’in Billah, yang dikirim ke wilayah Kotawaringin dan Lamandau.
DHEA UMILATI, Palangka Raya
MENURUT Prof Khairil, pengiriman Anta Kusuma ke wilayah tersebut merupakan bagian dari strategi politik kerajaan untuk mencegah konflik perebutan tahta di pusat kerajaan, sekaligus memperluas wilayah kekuasaan dan pengaruh Islam.
“Anta Kusuma dikirim ke wilayah Kutaringin dan Lamandau sebagai bagian dari ekspansi wilayah dan strategi politik kerajaan,” jelasnya, akhir Februari 2026 lalu.
Di wilayah tersebut, Anta Kusuma membangun pemerintahan dan menjadi tokoh penting dalam perkembangan Islam di wilayah Kalimantan Tengah, khususnya di kawasan pesisir dan jalur sungai yang strategis.
Prof. Khairil menegaskan bahwa jalur bottom-up dan top-down dalam islamisasi Kalimantan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling melengkapi.
Jalur masyarakat menciptakan komunitas Muslim di tingkat akar rumput, sementara jalur kerajaan memperkuat struktur sosial, politik, dan hukum yang mendukung perkembangan Islam.
Menurutnya, kombinasi kedua jalur tersebut membuat Islam berkembang secara cepat dan mengakar kuat di Kalimantan, baik di pesisir maupun pedalaman.
“Dua jalur ini yang membuat Islam berkembang luas di Kalimantan. Dari masyarakat sampai kerajaan,” terangnya.
Ditambahkan Prof Khairil tokoh penting dalam sejarah penyebaran Islam di wilayah Kalimantan Tengah adalah Sultan Anta Kusuma dan Kiai Gede, yang berperan besar dalam membangun struktur pemerintahan sekaligus mengembangkan dakwah Islam di Kalteng.
Menurut Prof. Khairil, Sultan Anta Kusuma merupakan putra Sultan Musta’in Billah dari Kesultanan Banjar yang dikirim ke wilayah Kota Ringin sebagai bagian dari strategi politik dan ekspansi wilayah kerajaan.
Pengiriman Anta Kusuma juga bertujuan mengembangkan wilayah baru sekaligus mencegah potensi konflik perebutan kekuasaan di pusat kerajaan.
“Kalau di Kalimantan Tengah Sultan Anta Kusuma. Itu tokoh pemimpinnya,” kata Prof. Khairil.
Ia menjelaskan bahwa setelah tiba di Kutaringin, Anta Kusuma membangun struktur pemerintahan dan menjadi tokoh sentral dalam penyebaran Islam di wilayah pesisir dan jalur sungai.
Anta Kusuma tidak hanya berperan sebagai pemimpin politik, tetapi juga sebagai figur yang memperkenalkan sistem pemerintahan bercorak Islam di wilayah tersebut.
Dalam menjalankan pemerintahan, Sultan Anta Kusuma dibantu oleh Kiai Gede, seorang ulama yang diutus dari Demak.
Prof Khairil menekankan bahwa Kiai Gede memiliki peran strategis karena tidak hanya berfungsi sebagai ulama, tetapi juga sebagai tokoh pemerintahan yang mengelola struktur administrasi kerajaan.
“Kiai Gede selain ulama juga sebagai perdana menteri. Dia mampu memanage menteri-menteri yang ada,” katanya. (*/bersambung/ala)
Editor : Ayu Oktaviana