Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

KH Muhammad Gusti Sabran, Tokoh Muslim Berpengaruh di Lamandau, Diutus Kesultanan Kutaringin Mengajar di Nanga Bulik

Agus Pramono • Selasa, 17 Maret 2026 | 10:30 WIB

Alm KH Muhamad Gusti Sabran punya pengaruh besar terhadap muslim di Lamandau. DOK KELUARGA
Alm KH Muhamad Gusti Sabran punya pengaruh besar terhadap muslim di Lamandau. DOK KELUARGA

KH Muhamad Gusti Sabran adalah salah satu juriat dari Kesultanan Kutaringin sebuah kerajaan yang berpusat di Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Dirinya diutus untuk mengajar di Nanga Bulik (Lamandau) yang saat itu masih masuk sebagai wilayah administratif Kabupaten Kobar.

RUSLAN, Nanga Bulik

GUSTI Sabran, awalnya ditugaskan jadi guru agama yang bertugas di wilayah Nanga Bulik. Ia datang ke Kabupaten Lamandau pada tahun 1976 dan menetap di pinggiran sungai Lamandau sekitaran dermaga yang saat itu menjadi jantung ekonomi Nanga Bulik.

Tiga tahun kemudian, tepatnya pada 1978, mempersunting warga setempat dengan menikahi Hj Ratnawati, dan dikaruniai empat orang anak.

Mereka memulai berumah tangga dengan hidup sederhana sekitar DAS Sungai Lamandau, dalam kesehariannya KH M Gusti Sabran mengajar sebagai guru agama di madrasah, sedangkan istri juga membantu mengajar anak-anak mengaji di kediamannya.

Sebagai apresiasi dari pemerintah, KH M Gusti Sabran diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan jabatan terakhir sebagai Sekretaris di Kelurahan, sebelum ia wafat pada tahun2021.

Ia juga menjadi salah satu tokoh pendiri Kabupaten Lamandau pasca pemekaran dan berpisah dari Kabupaten Kotawaringin Barat.

Namun, sejak sebelum wafat dirinya meminta untuk diperlukan seperti warga bisa, bahkan saat pemakaman almarhum berpesan agar dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) bersama warga masyarakat lainnya.

“Sejak almarhum meninggal sampai sekarang pun pemerintah terus menawarkan, agar makan beliau dipindahkan ke Makam Pahlawan, tapi pihak keluarga menolak karena menjaga amanah,” kata istri Almarhum KH M Gusti Sabran, Hj Ratnawati.

Termasuk juga keberadaan makam, Almarhum Gusti Sabran, pernah berpesan agar makamnya nanti dibuat sederhana sama seperti makam pada umumnya.

“Kalau ada perubahan makam saat ini, itu kami buat sebagai penanda agar peziarah mudah mengenali makam, karena semasa hidupnya bapak Gusti Sabran memiliki banyak murid dan menjadi panutan sehingga banyak yang mau ziarah tapi tidak hapal makam beliau, dan menyampaikan kepada kami pihak keluarga agar makam dibuat tanda agar mudah dikenali,” kata Hj Ratna menjelaskan.

Baca Juga: Al-Quran Tulis Tangan & Kitab Kuning Tersimpan Rapi Astana Pangeran Mangkubumi 

Makam KH Gusti Sabran berada di TPU Muslim, jalan Cempedak, Kelurahan Nanga Bulik, atau komplek kantor PLN. (bersambung/ala)

Editor : Ayu Oktaviana
#Lamandau #sungai lamandau #Gusti Sabran #guru agama #tempat pemakaman umum (TPU) #Kabupaten Kotawaringin Barat #nanga bulik #Makam Pahlawan #KH M Gusti Sabran