Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Aprilion Eka Dharma, Saat Lihat Video di Tiktok Langsung Kepincut, Murid 5 SD Ini Sudah Mahir Bermain Karungut

Dea Umilati • Sabtu, 4 April 2026 | 15:00 WIB
Aprilion Eka Dharma, menunjukkan ketertarikannya pada seni tradisional Karungut. DOK PRIBADI
Aprilion Eka Dharma, menunjukkan ketertarikannya pada seni tradisional Karungut. DOK PRIBADI

 

PALANGKA RAYA-Di tengah derasnya arus digital dan dominasi hiburan modern, Aprilion Eka Dharma, murid kelas 5A SDN 5 Menteng, justru menunjukkan ketertarikannya pada seni tradisional Karungut.

Anak berusia 12 tahun ini mulai menekuni kesenian khas Dayak tersebut dari pengalaman sederhana saat berselancar di media sosial.

Baca Juga: Karungut di Ambang Redup, Bagaimana Peran Pemerintah Menjaga Warisan Leluhur  Agar Terus Bergema?

Aprilion mengaku awalnya hanya melihat konten Karungut di TikTok. Namun tanpa diduga, tontonan tersebut justru memantik rasa penasaran hingga keinginan kuat untuk mencoba sendiri.

“Saya cuma lihat dari TikTok saja, terus tiba-tiba tertarik, pengen belajar Karungut,” ujarnya polos.

Ketertarikan itu pun ia sampaikan kepada orang tuanya. Ia meminta dibelikan perlengkapan untuk mulai belajar Karungut. Respons keluarga sangat positif, bahkan sang ayah ternyata juga memiliki kemampuan dalam memainkan Karungut.

“Saya minta sama mama untuk dibelikan alat, terus belajar di rumah. Papa juga bisa Karungut,” katanya.

Dengan dukungan tersebut, proses belajar Aprilion berlangsung secara alami di lingkungan keluarga. Ia belajar langsung dari orang tua, sambil terus mencoba dan mengulang secara mandiri.

Menurutnya, belajar Karungut tidak terasa sulit karena memang didasari rasa suka.

“Belajarnya nggak susah, karena memang suka dari awal,” ucapnya.

Ia juga menyadari bahwa Karungut memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam mengatur intonasi suara. Namun hal itu tidak menjadi hambatan berarti baginya.

“Memang ada intonasinya, tapi karena saya suka, jadi tetap enak dipelajari,” tambahnya.

Perkembangan kemampuan Aprilion pun terbilang cepat. Ia mengaku hanya membutuhkan waktu sekitar dua hari untuk mulai memahami dasar-dasar Karungut dan mencoba beberapa baris lantunan.

“Dua hari sudah bisa dasar-dasarnya, sudah coba beberapa baris,” katanya.

Tidak hanya itu, keberaniannya untuk tampil juga mulai tumbuh. Jika sebelumnya hanya belajar di rumah, kini Aprilion mengaku tidak lagi merasa malu untuk tampil di depan orang lain.

“Sekarang sudah nggak malu kalau disuruh tampil,” ujarnya.

Bahkan, ia dengan antusias menyatakan kesiapannya jika suatu saat mengikuti perlombaan Karungut.

“Iya, mau ikut lomba kalau ada,” tuturnya.

Sebelum mengenal Karungut melalui TikTok, Aprilion sebenarnya pernah menyaksikan pertunjukan secara langsung. Pengalaman tersebut menjadi bekal awal yang kemudian diperkuat oleh konten digital yang ia lihat.

“Pernah lihat langsung juga, terus pas lihat di TikTok jadi makin tertarik,” ungkapnya.

Selain itu, sosok ayah juga menjadi inspirasi penting dalam perjalanan belajarnya. Ia mengaku pernah melihat langsung ayahnya memainkan Karungut, yang kemudian semakin memotivasinya.

“Pernah lihat papa main, jadi pengen bisa juga,” katanya.

Anak kedua dari dua bersaudara ini juga menegaskan bahwa minatnya terhadap Karungut murni berasal dari dirinya sendiri, bukan karena paksaan dari orang tua maupun guru.

“Memang dari saya sendiri yang mau belajar, bukan disuruh,” ucapnya. (zia/ala)

Editor : Ayu Oktaviana
#musik tradisional #seni tradisional #karungut