PALANGKA RAYA- Dua pelajar muda asal Palangka Raya, Kenzi Astagina Khairunissa Mahestri dan Faddel Alief Al Rizki, berhasil mengharumkan nama daerah dalam ajang ASEAN Innovative Science, Environmental and Entrepreneur Fair 2026 yang diadakan oleh Universitas Diponegoro.
Di tengah maraknya isu pencemaran lingkungan, dua pelajar asal Palangka Raya justru melihat peluang dari limbah yang kerap dianggap tak bernilai.
Baca Juga: Inovasi Pelajar SMP Al Ghazali Berhasil Menyabet Medali Emas di Ajang Internasional
Kenzie Astagina Khairunissa Maestri siswi kelas VII bersama rekannya Faddel Alief Al Rizki pelajar kelas VIII dari SMP Al Ghazali ini pulang membawa medali emas.
Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan penuh pihak sekolah dan guru pembimbing. Proses pembinaan dilakukan secara intensif, mulai dari tahap penelitian hingga persiapan presentasi.
Guru pembimbing, Kiki menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan adalah memberikan kebebasan kepada siswa untuk bereksplorasi dengan arahan yang terstruktur.“Karya ini sepenuhnya dari anak-anak. Kami hanya mengarahkan dan mendukung,” ungkapnya.
Namun, proses pendampingan juga memiliki tantangan terutama dalam hal pengaturan waktu. Kesibukan serta jadwal padat setiap siswa seperti mengikuti ekstrakulikuler dan les tak dipungkiri jadi persoalan.
Kiki sebagai guru pembimbing bertugas mendampingi sekaligus mencari waktu yang tepat bagi kedua siswanya untuk dapat membagi fokus antara melakukan uji coba praktikum, belajar di sekolah dan mengikuti les atau ekskul tambahan.
Belum lagi uji coba yang memerlukan waktu cukup banyak karena kegagalan dari produk.
“Anak-anak punya jadwal lain seperti les, jadi kami harus pintar mengatur waktu. Selain itu, dalam penelitian pasti ada kegagalan yang harus dihadapi,” tambahnya.
Guru pembimbing, Kiki menyampaikan pesan dan harapannya ke depan menjadi inspirasi bagi pelajar lain. “Harapannya, siswa lain bisa termotivasi. Kalau kakaknya bisa, mereka juga harus bisa,” ujar guru pembimbing.
Keberhasilan ini bukan akhir perjalanan. Faddel berencana kembali mengikuti kompetisi serupa pada April mendatang, sementara Kenzi tengah bersiap mengikuti lomba tingkat nasional.
Faddel secara khusus juga menyimpan harapan sederhana bisa bertemu dengan Gubernur dan mendapatkan dukungan untuk terus berprestasi.
“Pengen banget rasanya ketemu sama Pak Gubernur Kalteng. Semoga ke depan bisa ikut lagi dan meraih lebih banyak gold medal,” harap Faddel.
SMP Islam Terpadu Al Ghazali memberikan dukungan penuh, mulai dari fasilitas laboratorium hingga pendampingan intensif. Bahkan, program pembiasaan berbahasa Inggris di hari tertentu dalam seminggu turut membantu siswa dalam kompetisi internasional.
Disamping itu, dukungan dari pihak Dinas Pendidikan, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Aswan menyampaikan turut mengucapkan selamat atas prestasi dan kejuaraan yang diperoleh serta memberikan dukungan moril terhadap Kenzie dan Faddel.
“Selamat kami ucapkan kepada ananda Kenzie dan Faddel. Jelas kami mendukung pengembangan minat dan bakat siswa untuk meningkatkan skill, pengetahuan, dan kompetensinya. Ke depannya kami akan memfasilitasi agar lomba ini diakui karena jika sudah diakui, maka akan masuk dalam perhitungan jalur prestasi,” tuturnya. (*/ala)
Editor : Ayu Oktaviana