KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Sungguh beruntung kehidupan berumah tangga yang dilalui Dede Nadif Ar-Rasyid. Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Roudlotul Ummah, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat itu diperbolehkan poligami oleh istrinya.
Tak hanya diizinkan, sang istri bernama Wida (34) malah mencarikan jodoh atau calon istri keduanya. Momen itu dilakukan tepat di hari ulang tahun pernikahan ke 16 mereka. Wah, so sweet banget!
Hadiah istimewa atau wanita yang dijadikan istri kedua itu bernama Syifa Sri Wahyuni. Usianya masih 20 tahun. Dia merupakan santriwati.
Video pernikahannya pun viral di media sosial. Proses akad nikah, Dede duduk bersanding bersama dua orang permaisurinya di pelaminan.
Pernikahan tersebut berlangsung di Desa Gandasoli, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, Sabtu (6/6/2026).
Istri pertama, Wida Sayyidatul Anwar, mengungkapkan bahwa proses pencarian calon istri kedua telah dilakukan sejak tiga tahun lalu.
Setelah melalui berbagai pertimbangan, pilihan akhirnya jatuh kepada seorang perempuan berusia 20 tahun yang kemudian dinikahi suaminya, Dede Nadif Ar Rasyid.
“Ini sudah melalui proses istikharah dan pertimbangan yang matang sejak tiga tahun lalu. Saya sendiri yang mencari dan mencocokkannya. Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar dan kami berkomitmen untuk saling mendukung dalam membina rumah tangga yang harmonis,” ujar Wida, Selasa (9/6/2026).
Viralnya pernikahan tersebut memunculkan beragam tanggapan dari warganet. Sebagian memberikan dukungan atas keputusan keluarga tersebut, sementara lainnya mempertanyakan praktik poligami yang dijalankan.
Meski demikian, pihak keluarga menegaskan bahwa pernikahan berlangsung atas dasar kesepakatan bersama tanpa adanya unsur paksaan. Mereka menyebut keputusan tersebut diambil demi kebaikan keluarga dan mendukung aktivitas dakwah di lingkungan pesantren.
Usai akad nikah, acara dilanjutkan dengan ramah tamah bersama keluarga besar dan para santri. Keluarga berharap masyarakat dapat menghormati keputusan yang telah diambil serta mendoakan agar rumah tangga mereka senantiasa diberikan keberkahan dan keharmonisan.
Pengurus Pondok Pesantren Roudlotul Ummah, Solehudin, memaparkan bahwa istri pertama, Wida memang sengaja memfasilitasi pernikahan kedua suaminya tersebut meski ia telah dikaruniai enam orang anak.
"Itu rencananya sudah tiga tahun yang lalu. Awalnya ditanggapi dingin oleh suaminya. Nah, kemudian istri yang pertama itu ingin memberikan kejutan gitu dengan mencarikan istri," tutur Solehudin, Minggu (7/6/2026).
Solehudin menjelaskan bahwa selama kurun waktu tiga tahun tersebut, istri pertama berupaya mencari sosok wanita yang tepat untuk dipersunting suaminya sebagai istri kedua.
"Istri pertama sudah mencari sampai ke pesantren yang di Tasik, Ciamis sampai ke Cikijing. Kan asli Cikijing istrinya pertamanya tuh. Cuman enggak dapat. Pernah juga hampir mau dipertemukan sama pimpinan pesantren. Tapi kalau nggak salah malah lagi pengabdian di luar kota. Jadi nggak dapat," tutur Solehudin.
Memasuki tahun 2026, sang istri akhirnya menemukan calon yang dinilai tepat, yakni seorang santriwati sekaligus alumni pondok pesantren yang diasuh suaminya.
Sosok tersebut adalah Syifa Sri Wahyuni warga Desa Gandasoli, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan.(*)
Editor : Agus Pramono