Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Jalan Panjang Aiptu Anumerta Yudhie Perdana Putra, Lahir dari Keluarga Pendidik yang Gugur Berantas Bandar Narkoba di Katingan

Agus Pramono • Jumat, 3 Juli 2026 | 19:55 WIB
Aiptu Anumerta Yudhie Perdana Putra
Aiptu Anumerta Yudhie Perdana Putra

 

PALANGKA RAYA – Nama Aiptu Anumerta Yudhie Perdana Putra kini dikenang sebagai salah satu anggota Polri yang gugur saat menjalankan tugas memberantas peredaran narkotika di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. 

Pengabdiannya yang berakhir di medan tugas menjadi bukti dedikasi seorang Bhayangkara dalam menjaga masyarakat dari ancaman narkoba.

Yudhie lahir di Palangka Raya pada 8 April 1986. Ia menyelesaikan pendidikan dasar di SD Kristen Palangka Raya pada 1998, kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 3 Palangka Raya dan SMA Negeri 1 Palangka Raya.

Baca Juga: Kronologi Penggerebekan Bandar Narkoba di Katingan: Satu Warga Tewas, Polisi Dikepung, Satu Gugur dan Dua Hilang

Tak hanya berkarier sebagai anggota Polri, almarhum juga dikenal memiliki semangat tinggi dalam menempuh pendidikan. Ia meraih gelar Sarjana pada 2013 di Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, kemudian melanjutkan pendidikan hingga memperoleh gelar Magister di perguruan tinggi yang sama.

Karier kepolisian Yudhie dimulai setelah lulus pendidikan pembentukan bintara pada 2005. Dua tahun kemudian, tepatnya pada 2007, setelah menjadi bintara di Polres Katingan, ia mengawali penugasan di Polsek Katingan Hilir.

Berkat dedikasi dan kemampuan di bidang penegakan hukum, pada 2011 ia dipercaya bertugas di unit reserse kriminal Polsek Katingan Hilir.

Enam tahun berselang, tepatnya pada 2017, Yudhie mendapat amanah baru sebagai personel Satuan Reserse Narkoba Polres Katingan, tempat ia mengabdikan diri hingga akhir hayatnya.

Selama berdinas, Yudhie dikenal sebagai personel yang disiplin dan berdedikasi tinggi. Atas pengabdiannya, ia menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Pengabdian 8 Tahun dan Satyalancana Pengabdian 16 Tahun yang dianugerahkan pada 2023.

 

.

.

.
.

Di luar tugas sebagai anggota Polri, Yudhie berasal dari keluarga yang memiliki latar belakang pendidikan dan pelayanan masyarakat.

Ayahnya Yovie merupakan seorang guru, ibunya Tara berprofesi sebagai dosen, sedangkan kakeknya dikenal sebagai seorang pendeta.

Rekan kerja maupun keluarga mengenang Yudhie sebagai pribadi yang santun, rendah hati, serta gemar membantu orang lain. 

Baca Juga: Polisi Memburu Dua Orang Adik dari Satu Pelaku Penyerangan Polisi di Katingan yang Sudah Ditangkap!  

Di balik seragam yang dikenakannya, ia juga merupakan sosok kepala keluarga yang meninggalkan seorang istri dan dua anak yang masih menempuh pendidikan.

Pengabdian Yudhie berakhir dalam operasi penangkapan bandar narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kamis (2/7/2026) dini hari.

Operasi tersebut berubah menjadi tragedi setelah personel kepolisian mendapat perlawanan dari sejumlah orang bersenjata tajam yang kemudian berkembang menjadi penyerangan oleh massa.

Dalam upaya menyelamatkan diri, sejumlah anggota Satresnarkoba berenang menyeberangi sungai.

Namun, Yudhie kemudian ditemukan meninggal dunia. Sementara dua rekannya, Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, hingga kini masih dalam pencarian tim gabungan.

.

.

Keluarga Dapat Prioritas Masuk Kepolisian

Atas pengorbanannya, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat anumerta satu tingkat lebih tinggi menjadi Aiptu Anumerta.

"Mewakili institusi saya mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya terhadap anggota yang telah gugur dalam melaksanakan tugasnya dan juga seluruh keluarga besar almarhum. Institusi memberikan penghormatan terbaik bagi almarhum dan memberikan kenaikan pangkat luar biasa," ujar Kapolri, Jumat (3/7/2026).

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan bersama Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran turut melayat ke rumah duka dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum.

Kabidhumas Polda Kalteng Kombes Pol Budi Rachmat mengatakan, selain kenaikan pangkat anumerta, Kapolri juga memberikan perhatian kepada keluarga yang ditinggalkan.

"Bapak Kapolri memberikan penghargaan kepada almarhum dengan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Aiptu Anumerta. Selain itu, Kapolri juga memberikan prioritas kepada keluarga apabila ada yang ingin mengikuti seleksi menjadi Bintara Polri," ujar Budi.

Kepergian Aiptu Anumerta Yudhie Perdana Putra meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan sejawat, dan masyarakat. 

 

.

.

Namun, dedikasi serta pengorbanannya dalam menjalankan tugas negara akan selalu dikenang sebagai bagian dari perjuangan Polri dalam memberantas peredaran narkotika di Kalimantan Tengah, khususnya di Kabupaten Katingan.(*)

Editor : Agus Pramono
#penggerebekan narkoba katingan #aipda yudhie perdana putra #polisi gugur #yudhie perdana putra #perjalanan karir yudhie