Teater Borneo Art Play Angkat Kisah Owa Kehilangan Induk Akibat Kebakaran Hutan

Agus Pramono • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:00 WIB
Teater boneka mengambil tema Owa yang terdampak karhutla.(Agus Pramono/kaltengpos.jawapos.com)
Teater boneka mengambil tema Owa yang terdampak karhutla.(Agus Pramono/kaltengpos.jawapos.com)

PALANGKA RAYA–Kisah seekor owa yang kehilangan induknya akibat kebakaran hutan diangkat Borneo Art Play dalam sebuah pertunjukan teater yang digelar di Ruang Drama RRI Palangka Raya, Sabtu (22/8/2026).

Pertunjukan tersebut tidak sekadar menghadirkan hiburan bagi anak-anak. Borneo Art Play membawa pesan tentang pentingnya menjaga hutan dan dampak kebakaran terhadap ekosistem serta satwa yang hidup di dalamnya.

Baca Juga: Kalaksa BPBD Kotim Tumbang Usai Terhirup Asap Pekat Karhutla

Dalam cerita, Owa digambarkan sebagai seekor satwa yang awalnya hidup ceria bersama induknya. Buah-buahan yang melimpah menjadi sumber makanan mereka di dalam hutan.

Namun, suasana berubah setelah kebakaran melanda hutan yang menjadi habitatnya. Owa kehilangan induknya dan harus berjalan menyusuri hutan sambil mencari keberadaan orangtuanya.

Ia kemudian bertanya kepada hewan-hewan lain tentang induknya. Kesedihan Owa menjadi gambaran tentang dampak kebakaran hutan yang tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kehidupan satwa di dalamnya.

Pertunjukan tersebut dibawakan secara didaktik dan ditonton anak-anak yang hadir bersama orangtua mereka.

Baca Juga: RI Buka Lagi Kuota Ekspor Monyet Ekor Panjang, Fasilitas Mesuji Siapkan Pasokan untuk China dan AS

Abdul Khafidz Amrullah sebagai aktor berkolaborasi dengan Lijalittletales.id, praktisi pendidikan anak usia dini, serta Twopageslater.id, dua pendongeng teater boneka tangan.

Agar pesan yang disampaikan lebih mudah diterima anak-anak, pemeran sesekali mengajak penonton terlibat langsung dalam alur cerita.

Pemeran teater Owa.
Pemeran teater Owa.

Suasana pertunjukan pun berlangsung dinamis. Anak-anak beberapa kali tertawa mengikuti cerita, tetapi juga tertegun ketika mendengarkan kisah Owa yang kehilangan induknya setelah kebakaran hutan.

Khafidz mengatakan, pertunjukan tersebut sengaja dibuat untuk mengenalkan kepada anak-anak usia dini mengenai pentingnya hutan bagi kehidupan.

“Kami ingin memberi pesan kepada anak-anak bahwa membakar hutan itu tidak baik. Kelak mereka diharapkan bisa paham,” tuturnya.

Baca Juga: Sumber Air Menipis, Karhutla Kotim Kian Sulit Dikendalikan

Menurutnya, hutan bukan hanya penting bagi manusia. Di dalamnya terdapat berbagai satwa dan ekosistem yang saling bergantung.

Ketika hutan terbakar, kehidupan seluruh ekosistem tersebut ikut terdampak.

Karena itu, pesan tentang menjaga hutan dinilai penting dikenalkan sejak usia dini melalui pendekatan yang dekat dengan dunia anak, salah satunya lewat cerita dan pertunjukan teater.

Jadwal Teater Keliling

Borneo Art Play juga telah menyiapkan sejumlah agenda pertunjukan sepanjang Agustus 2026.

Setelah tampil di Ruang Drama RRI Palangka Raya pada 22 Agustus, Borneo Art Play dijadwalkan tampil di Sekolah Sahabat Alam IAKN pada 26 Agustus.

Kemudian pada 27 Agustus, pertunjukan dilanjutkan di SD Santa Maria. Selanjutnya, Borneo Art Play dijadwalkan tampil di Singgah Coffee pada 28 Agustus dan About Something Coffee hingga 31 Agustus.

Melalui rangkaian pertunjukan tersebut, Borneo Art Play tidak hanya menghadirkan seni pertunjukan, tetapi juga membawa pesan lingkungan kepada generasi muda tentang pentingnya menjaga hutan dan mencegah kebakaran.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
teater OWA ekosistem kebakaran hutan Borneo Art Play