PALANGKA RAYA-Nama Muhammad Reza Prabowo, Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah (Kadisdik Kalteng), tengah menjadi sorotan setelah pernyataannya mengenai kebijakan pembelajaran di tengah kabut asap karhutla dan dampaknya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) ramai diperbincangkan di media sosial.
Di tengah sorotan tersebut, latar belakang pendidikan dan rekam jejak birokrasi Muhammad Reza Prabowo turut menjadi perhatian.
Reza diketahui menempuh pendidikan menengah di Palangka Raya. Ia merupakan alumnus SMP Negeri 2 Palangka Raya dan SMA Negeri 2 Palangka Raya.
Baca Juga: Rekaman Rapat Bocor, Kadisdik Kalteng Ogah Liburkan Anak Sekolah demi Dapur MBG Tetap Ngebul
Pendidikan tingginya ditempuh di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Setelah itu, Reza melanjutkan pendidikan magister di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dalam perjalanan kariernya, Reza pernah menduduki jabatan Kepala Bagian Materi dan Komunikasi Pimpinan pada periode 2014–2018.
Kariernya kemudian berlanjut di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Pada awal 2023, Reza dilantik sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kalteng.
Selain itu, pada periode 2023–2026, ia juga tercatat pernah menjabat sebagai Kepala Subbagian Komunikasi Pimpinan serta Plt Kepala Badan Penghubung Provinsi Kalimantan Tengah di Jakarta.
Setelah menjalankan tugas sebagai Plt Kepala Dinas Pendidikan, Reza kemudian dipercaya menduduki jabatan definitif sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kalteng pada Mei 2026.
Baca Juga: Kadisdik Kalteng Klarifikasi soal Mementingkan Program MBG dari pada Keselamatan Siswa
Pendidikan dan Karier Sang Istri
Reza Prabowo juga memiliki istri yang berprofesi sebagai dokter, yakni dr. Holly Diany, Sp.P.
Holly menempuh pendidikan kedokteran jenjang sarjana di Universitas Islam Indonesia. Ia kemudian melanjutkan pendidikan spesialis pulmonologi atau ilmu penyakit paru di Universitas Lambung Mangkurat.
Selain pendidikan kedokteran dan spesialisasi, Holly juga tercatat menempuh pendidikan doktoral bidang Ilmu Lingkungan di Universitas Palangka Raya.
Sementara itu, Reza sendiri tercatat menyandang gelar Dr. M. Reza Prabowo, S.IP., MPA. Data yang dihimpun juga mencantumkan pendidikan doktoral bidang Ilmu Pemerintahan di IPDN.
Harta Kekayaan Reza Prabowo
Selain latar belakang pendidikan dan karier, harta kekayaan Reza Prabowo juga tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Berdasarkan LHKPN yang disampaikan pada 29 Januari 2026 untuk laporan periodik 2025, Reza melaporkan total harta kekayaan sebesar Rp2,12 miliar sebelum dikurangi utang.
Setelah dikurangi utang sebesar Rp390 juta, total harta bersih yang dilaporkan Reza tercatat sekitar Rp1,73 miliar.
Aset tersebut terdiri atas tanah dan bangunan, alat transportasi dan mesin, harta bergerak lainnya, serta kas dan setara kas.
Untuk tanah dan bangunan, Reza melaporkan dua aset dengan nilai gabungan Rp645 juta.
Sementara itu, tiga kendaraan yang dilaporkan memiliki nilai total Rp790 juta. Kendaraan tersebut terdiri atas Ford Fiesta tahun 2013, Toyota Fortuner GR tahun 2023, dan Honda HR-V tahun 2023.
Selain itu, terdapat harta bergerak lainnya senilai Rp405 juta serta kas dan setara kas sebesar Rp280 juta.
Dengan latar belakang pendidikan, perjalanan karier birokrasi, serta data harta kekayaan yang tercatat dalam LHKPN tersebut, sosok Muhammad Reza Prabowo kini menjadi perhatian publik seiring pernyataannya mengenai pendidikan di tengah kabut asap karhutla dan keberlangsungan program MBG di Kalteng.(*)
Editor : Agus Pramono